Show simple item record

dc.contributor.authorHadi, Radita Prida
dc.date.accessioned2026-01-27T08:13:18Z
dc.date.available2026-01-27T08:13:18Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/59820
dc.description.abstractPenelitian ini menganalisis peran Jepang dalam konflik perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok periode 2019–2025 dengan menggunakan teori peran K.J. Holsti. Jepang berada pada posisi strategis karena memiliki hubungan keamanan erat dengan Amerika Serikat dan ketergantungan ekonomi terhadap Tiongkok. Melalui pendekatan kualitatif dan metode studi pustaka, penelitian ini menelaah empat elemen utama teori peran: alter role prescriptions, national role conception, nation’s status, dan foreign policy role performance. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jepang berperan sebagai negara active independent, yaitu aktor yang aktif dalam sistem internasional namun tetap menjaga kemandirian kebijakan luar negeri. Jepang menyeimbangkan kepentingan keamanan dan ekonomi melalui diplomasi multilateral, kebijakan economic security, serta komitmen terhadap tatanan perdagangan bebas berbasis aturan (rules-based order). Peran ini menegaskan bahwa Jepang bukan penengah, melainkan negara menengah (middle power) yang adaptif dan mandiri dalam menjaga stabilitas ekonomi kawasan di tengah rivalitas Amerika Serikat dan Tiongkok.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectJepangen_US
dc.subjectPerang Dagangen_US
dc.subjectAmerika Serikaten_US
dc.subjectTiongkoken_US
dc.subjectRole Theoryen_US
dc.titlePeran Jepang Dalam Konflik Perang Dagang Amerika Serikat dan Tiongkok Pada Tahun 2019-2025en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21323108


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record