• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Islamic Studies
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Islamic Studies
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Koperasi Pondok Pesantren (Studi Kasus Koperasi Pondok Pesantren di Kabupaten Bantul

    Thumbnail
    View/Open
    2001023.pdf (6.394Mb)
    Date
    2004
    Author
    Mustofa, Nur Huri
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Pondok pesantren dalam bacaan teknis merupakan suatu tempat yang dihuni oleh para santri. Pondok pesantren mempunyai kultur yang unik dan digolongkan ke dalam subkultur tersendiri dalam masyarakat Indonesia. Ada tiga elemen yang mampu membentuk pondok pesantren sebagai sebuah subkultur, pertama, pola kepemimpinan pondok pesantren yang mandiri tidak terkooptasi oleh negara, kedua, kitab-kitab rujukan umum yang selalu digunakan dari berbagai abad, ketiga, sistem nilai (value system) yang digunakan adalah bagian dari masyarakat luas. Unsur-unsur dasar yang membentuk pondok pesantren adalah kyai, masjid, asrama, santri dan kitab kuning. Unsur kyai ditempatkan pada posisi sentral dalam komunitas pesantren karena kyai dianggap sebagai pemilik, pengelola dan pengajar kitab kuning sekaligus merangkap inam (pemimpin) pada acara-acara ritual keagamaan. Kehadiran koperasi di lingkungan pondok pesantren menarik untuk diketahui karena koperasi mempunyai prinsip-prinsip dasar yang harus dilakukan sedangkan pesantren mempunyai kultur tersendiri. Pondok pesantren mempunyai potensi ekonomi dan potensi untuk berkembangnya gerakan koperasi karena komunitas yang tinggal dalam satu tempat dan mempunyai kesamaan tujuan. Penulis melakukan studi kasus pada 3 buah kopontren di Kabupaten Bantul yaitu kopontren Al Munawwir Krapyak, kopontren An Nur Ngrukem, dan kopontren Aji Mahasiswa Al Muhsin Krapyak Wetan dengan memakai pendekatan secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan satu kopontren dapat melaksanakan seluruh konsep dasar koperasi dan kopontren tersebut maju dan berkembang. Sedangkan dua kopontren lain tidak dapat melaksanakan keseluruhan prinsip dasar koperasi dan tidak dapat berkembang dan cenderung mengalami kemandegan. Hal ini disebabkan oleh faktor-faktor antara lain: berdirinya koperasi pondok pesantren tersebut tidak tumbuh dari bawah melainkan adanya instruksi dari atas (pemerintah), kyai sebagai pemegang otoritas tertinggi di pesantren sangat menentukan berkembang tidaknya koperasi pondok pesantren, unit-unit usaha yang potensial telah dikelola oleh kyai atau keluarga kyai sehingga unit usaha yang dikelola kopontren tidak dapat berkembang.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/123456789/59792
    Collections
    • Master of Islamic Studies [1637]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV