• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Perbandingan Pengaturan Doktrin Business Judgment Rule Terhadap Direksi Perseroan di Indonesia dan Jerman

    Thumbnail
    View/Open
    21410733.pdf (1.995Mb)
    21410733 Bab 1.pdf (551.5Kb)
    21410733 Daftar Pustaka.pdf (396.1Kb)
    Date
    2025
    Author
    Sya’baniah, Nabila
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Penelitian ini membahas perbandingan pengaturan doktrin Business Judgment Rule (“BJR”) dalam hukum perseroan Indonesia dan Jerman. Idealnya, pengaturan BJR dapat menjadi instrumen perlindungan hukum bagi direksi agar dapat menghasilkan keputusan bisnis yang optimal bagi Perseroan. Namun, pengaturan BJR dalam Pasal 97 ayat (5) UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dinilai belum memberikan perlindungan hukum yang memadai bagi direksi sebab, norma yang ada dinilai tidak komprehensif. Sementara itu, Jerman mengatur BJR secara eksplisit dan komprehensif dalam Section 93(1) Aktiengesetz. Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan komparatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya sejumlah persamaan dan perbedaan pengaturan BJR pada kedua negara. Jerman telah menetapkan standar objektif seperti pengambilan keputusan berbasis informasi memadai, keyakinan yang wajar, serta standar kehati-hatian layaknya seorang manajer yang bijaksana, sedangkan Indonesia tidak, sehingga terdapat kesenjangan normatif yang signifikan antara Indonesia dan Jerman. Adopsi pengaturan BJR dari Jerman ke Indonesia dinilai relevan dan memiliki prospek yang baik karena kesamaan sistem hukum civil law dan struktur tata kelola perusahaan berbasis two- tier board system. Oleh karena itu, disarankan agar Pemerintah Indonesia melalui regulator untuk melakukan pengembangan hukum nasional terhadap pengaturan BJR.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/59791
    Collections
    • Law [3375]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV