Implementasi Doktrin Fair Use Atas Music Video Reaction di Youtube
Abstract
Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam pola
interaksi sosial masyarakat, termasuk dalam bidang produksi dan distribusi konten
kreatif di platform digital seperti YouTube. Salah satu bentuk konten yang
berkembang pesat adalah video reaksi terhadap music video (MV), yang seringkali
memanfaatkan cuplikan karya berhak cipta tanpa izin dari pemilik hak. Fenomena
ini menimbulkan persoalan hukum, khususnya terkait dengan pelanggaran hak cipta
dan penerapan doktrin fair use sebagai mekanisme pembatasan hak eksklusif
pencipta. Dalam konteks hukum Indonesia, belum terdapat pengaturan yang
eksplisit dan komprehensif mengenai batasan penggunaan wajar sebagaimana
dikenal dalam sistem hukum Amerika Serikat. Penelitian ini mengacu pada
Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta (UUHC), khususnya
pada ketentuan mengenai pengecualian hak cipta dalam Pasal 43. Permasalahan
dalam penelitian ini, pertama, bagaimana implementasi doktrin Fair Use atas Music
Video Reaction di platform YouTube? Kedua, Bagaimana bentuk tindakan hukum
maupun kebijakan platform YouTube yang dapat dilakukan terhadap Music Video
Reaction yang terindikasi melanggar hak cipta? Penelitian ini menggunakan metode
hukum normatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi kepustakaan dan
observasi tidak langsung terhadap sejumlah konten reaksi di kanal YouTube kreator
Indonesia. Data dianalisis secara kualitatif melalui pendekatan deskriptif-analitis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pertama, penerapan doktrin fair use dalam
konten video reaksi di YouTube dilakukan melalui pendekatan yang bersifat
transformatif, di mana kreator menambahkan nilai baru seperti makna, ekspresi,
atau tujuan melalui komentar, analisis, serta pengolahan visual dan audio. Selama
unsur-unsur fair use terpenuhi, konten tersebut dapat dikategorikan sebagai
penggunaan yang sah. Kedua, sistem Content ID pada YouTube berfungsi untuk
mendeteksi penggunaan konten berhak cipta dan memberi hak kepada pemiliknya
untuk membatasi distribusi konten tersebut, tetapi belum mampu membedakan
secara akurat antara pelanggaran dan penggunaan transformatif yang sah, sehingga
berpotensi membatasi kebebasan berekspresi kreator meskipun kontennya
memenuhi prinsip penggunaan wajar. Penelitian ini menegaskan pentingnya
pembaruan regulasi dan penyusunan pedoman teknis tentanf
Collections
- Law [3375]
