| dc.description.abstract | Perkembangan aplikasi instan Messenger (IM) juga menjadi salah satu yang pesat saat
ini, dari perkembangan tersebut juga berdampak pada updatenya fitur-fitur terbaru pada
aplikasinya, fitur sekali lihat yang terdapat di beberapa aplikasi instan Messenger ini bisa di
salah gunakan sebagai kegiatan kejahatan yang dapat merugikan orang lain, Tujuan dari
penelitian ini untuk memberikan gambaran analisis bukti digital dan karakteristik pada
penggunaan fitur sekali lihat (View Once) pada Snapchat, WhatsApp Messenger, dan Instagram
di jadikan sebagai objek penelitian. Metode penelitian ini mempunyai beberapa tahap,
antaranya studi literatur, perancangan skenario, proses investigasi yang meliputi Penggunaan
kerangka kerja forensik NIST (National Institute of Standards and Technology) dibutuhkan
untuk menjadi acuan dalam pencarian bukti digital yang memiliki alur dari Collection,
Examination, analysis, dan Reporting. Smartphone android 10-Q dalam kondisi Root.
Dilakukan sebuah eksperimen skenario pengiriman pesan gambar dan video menggunakan fitur
sekali lihat (View Once) sebagai indikasi tindakan anti forensik. Data dari skenario akan
diakuisisi dan di analisis menggunakan tools forensik Magnet Axiom. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa akuisisi cepat setelah pesan dibuka dan kondisi perangkat yang telah di-
root meningkatkan keberhasilan ekstraksi artefak. Setiap aplikasi, seperti WhatsApp,
Instagram, Snapchat, dan Messenger, memiliki perbedaan dalam mekanisme penghapusan
konten, dukungan data, dan proteksi tangkapan layar, sehingga memengaruhi keberadaan
artefak digital. Meskipun dirancang untuk menjaga privasi, data visual dan metadata masih
terekam sementara sebelum terhapus permanen, sehingga memungkinkan dilakukannya
investigasi forensik dalam jangka waktu tertentu. | en_US |