| dc.contributor.author | Wicaksono, Muhammad Davin | |
| dc.date.accessioned | 2026-01-21T04:54:23Z | |
| dc.date.available | 2026-01-21T04:54:23Z | |
| dc.date.issued | 2025 | |
| dc.identifier.uri | dspace.uii.ac.id/123456789/59657 | |
| dc.description.abstract | Perkembangan teknologi tidak hanya membawa manfaat bagi banyak orang, namun
berpotensi membahwa ancaman yang serius. Salah satunya adalah penyalahgunaan
teknologi Kecerdasan Buatan dalam tindak pidana penipuan. Dikarenakan tidak ada
peraturan perundang-undangan atau regulasi yang mengatur secara eksplisit, maka
penggunaan kecerdasan buatan di Indonesia menjadi tidak terkendalikan dan dapat
disalahgunakan secara luas. Metode penelitian yang digunakan adalah studi
normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan yang mengkaji
peraturan perundang-undangan dan pendekatan komparatif yang membandingkan
antara peraturan perundang-undangan dalam negeri dan luar negeri. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa tidak ada peraturan perundang-undangan yang
mengatur secara eksplisit tentang tindak pidana penipuan berbasis kecerdasan
buatan di Indonesia, sedangkan negara kawasan Uni Eropa telah merumuskan
regulasi yang khusus untuk penggunaan kecerdasan buatan. Dengan demikian,
rekomendasi utama penelitian ini adalah pembentukan peraturan perundang-
undangan yang mengatur secara khusus mengenai penggunaan kecerdasan buatan
dengan tujuan untuk mengendalikan penggunaan kecerdasan buatan di Indonesia,
dengan merujuk pada Artificial Intelligence Act milik Uni Eropa. | en_US |
| dc.publisher | Universitas Islam Indonesia | en_US |
| dc.subject | Regulasi | en_US |
| dc.subject | Kecerdasan Buatan | en_US |
| dc.subject | Penipuan | en_US |
| dc.title | Perbandingan Pengaturan Tindak Pidana Penipuan Berbasis Artificial Intelligence di Indonesia dan Uni Eropa | en_US |
| dc.type | Thesis | en_US |
| dc.Identifier.NIM | 21410478 | |