Show simple item record

dc.contributor.authorNurainy, Rezitta
dc.date.accessioned2026-01-21T03:29:09Z
dc.date.available2026-01-21T03:29:09Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/59651
dc.description.abstractPenelitian ini menganalisis kekerasan terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Arab Saudi pada era COVID-19 (2020-2022). Fenomena ini mencakup kekerasan langsung, struktural, dan kultural, yang memperburuk kondisi kerja PMI. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui studi literatur dan analisis teori kekerasan Johan Galtung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekerasan langsung berupa pemukulan, pelecehan seksual, dan hukuman mati mencerminkan lemahnya perlindungan hukum PMI. Kekerasan struktural terjadi melalui sistem kafala, yang memungkinkan eksploitasi ekonomi seperti penundaan gaji dan kerja berlebih tanpa perlindungan. Sementara itu, kekerasan kultural berakar pada diskriminasi berbasis agama, gender, dan bahasa, yang diperkuat oleh budaya patriarki. Pandemi COVID-19 memperburuk situasi ini dengan membatasi mobilitas, menambah beban ekonomi, dan menghambat akses ke pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan reformasi kebijakan, penguatan perlindungan hukum, dan diplomasi bilateral untuk melindungi hak PMI serta meningkatkan kesejahteraan mereka.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectKekerasan Terhadap Pekerja Migranen_US
dc.subjectCOVID-19en_US
dc.subjectArab Saudien_US
dc.subjectSistem Kafalaen_US
dc.subjectJohan Galtungen_US
dc.titleKekerasan Terhadap Pekerja Migran Indonesia di Arab Saudi Pada Era Covid-19 2020-2022en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM20323037


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record