Show simple item record

dc.contributor.authorAryasatya, Muhammad Rafly
dc.date.accessioned2026-01-09T02:05:44Z
dc.date.available2026-01-09T02:05:44Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/59514
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa praperadilan terkait sah atau tidaknya penetapan tersangka yang diajukan sekaligus dengan menggabungkan dua perkara yaitu tindak pidana suap dan obstruction of justice ditinjau dari asas peradilan sederhana, cepat, dan biaya ringan, serta penetapan Hasto Kristiyanto sebagai tersangka suap sekaligus tersangka obstruction of justice secara bersamaan oleh Penyidik KPK. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif, dengan metode pengumpulan data melalui studi kepustakaan dan dokumen. Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif dan disajikan secara deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa tidak ada ketentuan yuridis yang melarang permohonan beberapa objek praperadilan digabung menjadi satu permohonan, dan penetapan tersangka harus melalui proses yang sah dan berjenjang, dimulai dari penyelidikan hingga penyidikan dengan pemenuhan dua alat bukti yang sah dan relevan.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.titleTinjauan Yuridis Terhadap Penetapan Tersangka Suap Sekaligus Obsruction Of Justice dalam Perkara Yang Sama Oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (Studi Kasus Praperadilan Hasto Kristiyanto)en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21410220


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record