Show simple item record

dc.contributor.authorNabila, Adiya Intan
dc.date.accessioned2026-01-08T07:53:13Z
dc.date.available2026-01-08T07:53:13Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/59502
dc.description.abstractIndustri batik merupakan salah satu kekayaan budaya Indonesia yang memiliki nilai ekonoi tinggi. Namun, kegiatan produksi batik menghasilkan limbah cair yang berpotensi mencemari lingkungan, terutama pada proses pelorodan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat toksisitas limbah cair dari pewarna alami dan pewarna sintetis industri batik menggunakan metode Whole Effluent Toxicity (WET) dengan ikan nila (Oreochromis niloticus). Penelitian dilakukan dengan variasi konsentrasi limbah untuk menentukan nilai LC50 (Lethal Concentration 50 %) dan Toxicity Unit acute (TUa). Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai BOD5, COD, TSS, fenol, sulfida dan minyak lemak pada kedua jenis limbah melebihi batas baku mutu yang ditetapkan dalam Peraturan Daerah DIY No. 7 Tahun 2016. Sementara, pada parameter suhu, pH, amonia, dan krom total masih dalam batas baku mutu. Limbah pewarna alami menunjukkan nilai LC50 yaitu 0,9418 dibandingkan limbah pewarna sintetis yaitu 2,7748. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi parameter fisik dan kimia, maka semakin besar tingkat toksisitas terhadap organisme akuatiken_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectIndustri Batiken_US
dc.subjectIkan Nila (Oreochromis niloticus)en_US
dc.subjectLethal Concentration (LC50)en_US
dc.subjectPewarna Alamien_US
dc.subjectPewarna Sintetisen_US
dc.subjectWhole Effluent Toxicity (WET)en_US
dc.titleUji Toksisitas Limbah Cair Pewarna Alami dan Pewarna Sintetis Industri Batik Menggunakan Metode Whole Effluent Toxicity (WET) Menggunakan Ikan Nila (Oreochromis niloticus)en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21513045


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record