Uji Toksisitas Limbah Cair Pewarna Alami dan Pewarna Sintetis Industri Batik Menggunakan Metode Whole Effluent Toxicity (WET) Menggunakan Ikan Nila (Oreochromis niloticus)
Abstract
Industri batik merupakan salah satu kekayaan budaya Indonesia yang
memiliki nilai ekonoi tinggi. Namun, kegiatan produksi batik menghasilkan
limbah cair yang berpotensi mencemari lingkungan, terutama pada proses
pelorodan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat toksisitas
limbah cair dari pewarna alami dan pewarna sintetis industri batik
menggunakan metode Whole Effluent Toxicity (WET) dengan ikan nila
(Oreochromis niloticus). Penelitian dilakukan dengan variasi konsentrasi
limbah untuk menentukan nilai LC50 (Lethal Concentration 50 %) dan
Toxicity Unit acute (TUa). Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai
BOD5, COD, TSS, fenol, sulfida dan minyak lemak pada kedua jenis
limbah melebihi batas baku mutu yang ditetapkan dalam Peraturan Daerah
DIY No. 7 Tahun 2016. Sementara, pada parameter suhu, pH, amonia, dan
krom total masih dalam batas baku mutu. Limbah pewarna alami
menunjukkan nilai LC50 yaitu 0,9418 dibandingkan limbah pewarna sintetis
yaitu 2,7748. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi
parameter fisik dan kimia, maka semakin besar tingkat toksisitas terhadap
organisme akuatik
Collections
- Environmental Engineering [1831]
