Show simple item record

dc.contributor.authorGiffary, Farhan Wildan
dc.date.accessioned2026-01-08T06:26:35Z
dc.date.available2026-01-08T06:26:35Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/59494
dc.description.abstractPelecehan seksual di media sosial merupakan fenomena yang semakin mengkhawatirkan, terutama di platform seperti Twitter yang memungkinkan penyebaran konten secara cepat dan luas. Penelitian ini bertujuan mengembangkan metode deteksi teks pelecehan seksual dengan pendekatan forensik digital berbasis standar NIST SP 800-86. Data dikumpulkan melalui proses Crawling yang menghasilkan 1.000 tweet, masing-masing berlabel “mengandung pelecehan seksual” atau “tidak mengandung pelecehan seksual”. Tahap Preprocessing dilakukan secara berurutan melalui Cleaning, normalisasi teks, penghapusan Stopwords, dan Stemming. Selanjutnya, pembobotan kata dilakukan menggunakan dua metode representasi, yaitu Term Frequency (TF) dan Term Frequency–Inverse Document Frequency (TF-IDF) berbasis Unigram, sebelum masuk ke tahap klasifikasi menggunakan algoritma Multilayer Perceptron (MLP). Hasil pengujian menunjukkan bahwa penggunaan fitur TF menghasilkan akurasi sebesar 97,5%, dengan nilai F1-Score 0,975, presisi 0,99, dan recall 0,961. Sementara itu, penggunaan fitur TF-IDF menghasilkan akurasi sebesar 96,5%, dengan nilai F1-Score 0,965, presisi 0,98, dan recall 0,951. Meskipun perbedaan kinerja keduanya relatif kecil, hasil ini memperlihatkan bahwa TF murni lebih sesuai dengan karakteristik dataset tweet yang memiliki kata kunci spesifik dan berulang, sementara TF- IDF tetap relevan untuk kasus dengan distribusi kata yang lebih bervariasi. Penelitian ini membuktikan bahwa integrasi proses forensik digital dengan teknik text mining dan algoritma MLP dapat menjadi solusi potensial untuk mendeteksi pelecehan seksual di media sosial. Kontribusi utama penelitian ini terletak pada penerapannya di bidang forensik digital, khususnya pada tahap analisis bukti digital berbasis teks, yang mampu mendukung investigasi dan penegakan hukum di ranah digital. Dengan akurasi tinggi, model ini diharapkan dapat membantu investigator dalam memilah bukti secara lebih cepat dan akurat, sekaligus memperkuat upaya pencegahan serta perlindungan korban pelecehan seksual daring melalui pemanfaatan teknologi yang efektif dan adaptif.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectBarang Buktien_US
dc.subjectNISTen_US
dc.subjectMultilayer Perceptronen_US
dc.subjectX (Twitter)en_US
dc.subjectDigital Investigationen_US
dc.titlePenggunaan Metode Multilayer Perceptron untuk Identifikasi Sexual harrassment Pada Media Sosial X (Twitter)en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22917007


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record