Penggunaan Metode Multilayer Perceptron untuk Identifikasi Sexual harrassment Pada Media Sosial X (Twitter)
Abstract
Pelecehan seksual di media sosial merupakan fenomena yang semakin mengkhawatirkan,
terutama di platform seperti Twitter yang memungkinkan penyebaran konten secara cepat
dan luas. Penelitian ini bertujuan mengembangkan metode deteksi teks pelecehan seksual
dengan pendekatan forensik digital berbasis standar NIST SP 800-86. Data dikumpulkan
melalui proses Crawling yang menghasilkan 1.000 tweet, masing-masing berlabel
“mengandung pelecehan seksual” atau “tidak mengandung pelecehan seksual”. Tahap
Preprocessing dilakukan secara berurutan melalui Cleaning, normalisasi teks, penghapusan
Stopwords, dan Stemming. Selanjutnya, pembobotan kata dilakukan menggunakan dua
metode representasi, yaitu Term Frequency (TF) dan Term Frequency–Inverse Document
Frequency (TF-IDF) berbasis Unigram, sebelum masuk ke tahap klasifikasi menggunakan
algoritma Multilayer Perceptron (MLP). Hasil pengujian menunjukkan bahwa penggunaan
fitur TF menghasilkan akurasi sebesar 97,5%, dengan nilai F1-Score 0,975, presisi 0,99, dan
recall 0,961. Sementara itu, penggunaan fitur TF-IDF menghasilkan akurasi sebesar 96,5%,
dengan nilai F1-Score 0,965, presisi 0,98, dan recall 0,951. Meskipun perbedaan kinerja
keduanya relatif kecil, hasil ini memperlihatkan bahwa TF murni lebih sesuai dengan
karakteristik dataset tweet yang memiliki kata kunci spesifik dan berulang, sementara TF-
IDF tetap relevan untuk kasus dengan distribusi kata yang lebih bervariasi. Penelitian ini
membuktikan bahwa integrasi proses forensik digital dengan teknik text mining dan
algoritma MLP dapat menjadi solusi potensial untuk mendeteksi pelecehan seksual di media
sosial. Kontribusi utama penelitian ini terletak pada penerapannya di bidang forensik digital,
khususnya pada tahap analisis bukti digital berbasis teks, yang mampu mendukung
investigasi dan penegakan hukum di ranah digital. Dengan akurasi tinggi, model ini
diharapkan dapat membantu investigator dalam memilah bukti secara lebih cepat dan akurat,
sekaligus memperkuat upaya pencegahan serta perlindungan korban pelecehan seksual
daring melalui pemanfaatan teknologi yang efektif dan adaptif.
Collections
- Master of Informatics [361]
