| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh beban kerja dan job
insecurity terhadap turnover intention pada karyawan Generasi Z di wilayah
Yogyakarta. Latar belakang penelitian ini berangkat dari fenomena meningkatnya
kecenderungan karyawan Gen Z untuk berpindah kerja yang dapat mengganggu
stabilitas organisasi, di mana beban kerja yang tinggi serta ketidakpastian terhadap
keberlangsungan pekerjaan (job insecurity) diduga menjadi faktor dominan
pemicu turnover intention. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif
dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada responden karyawan
Gen Z berusia 21–28 tahun yang bekerja di berbagai sektor di Yogyakarta. Teknik
analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda untuk mengetahui
pengaruh parsial maupun simultan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa secara parsial, beban kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan
terhadap turnover intention. Demikian pula, job insecurity juga terbukti
berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap turnover intention. Secara
simultan, kedua variabel bebas tersebut berpengaruh signifikan terhadap
kecenderungan karyawan Gen Z untuk meninggalkan pekerjaannya. Hal ini
mengindikasikan bahwa peningkatan tekanan kerja serta perasaan tidak aman
terhadap pekerjaan mampu mendorong keputusan individu untuk keluar dari
organisasi. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan pentingnya peran
manajemen sumber daya manusia dalam merancang kebijakan kerja yang mampu
menyeimbangkan beban kerja serta memberikan jaminan karier yang lebih stabil
bagi generasi muda. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi
perusahaan di Yogyakarta dalam mengembangkan strategi retensi karyawan
berbasis generasi. | en_US |