Show simple item record

dc.contributor.authorPuspitasari, Rifcha Ayu Dian
dc.date.accessioned2026-01-06T04:35:48Z
dc.date.available2026-01-06T04:35:48Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/59454
dc.description.abstractKarbon biru (blue carbon) merupakan bentuk simpanan karbon di wilayah pesisir yang berperan penting dalam mitigasi perubahan iklim. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi simpanan blue carbon di wilayah pesisir Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode yang digunakan adalah transek garis (line transect) dengan pengambilan data biomassa vegetasi dan sampel tanah di sembilan titik pengamatan. Estimasi stok karbon vegetasi dihitung berdasarkan diameter batang setinggi dada (DBH) dan pendekatan biomassa ekspansi, sedangkan kandungan karbon organik tanah dianalisis melalui metode pembakaran kering. Hasil penelitian menunjukkan total simpanan karbon mencapai 960,6 ton yang terdiri dari karbon tanah dan karbon vegetasi. Nilai tertinggi ditemukan pada titik 2A sebesar 239,4 ton/ha untuk karbon tanah. Variasi nilai karbon dipengaruhi oleh jenis vegetasi, kondisi tanah, serta jarak dari garis pantai. Hasil ini menegaskan pentingnya wilayah pesisir sebagai penyimpan karbon yang efektif, serta relevan untuk mendukung upaya mitigasi perubahan iklim dan kebijakan konservasi yang berkelanjutan.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectKarbon Biruen_US
dc.subjectTransek Garisen_US
dc.subjectStok Karbonen_US
dc.subjectVegetasien_US
dc.subjectKarbon Organik Tanahen_US
dc.titleStudi Blue Carbon (Karbon Biru) pada Ekosistem Pesisir di Gunungkidul sebagai upaya Mitigasi Perubahan Iklim menggunakan Metode Line Transecten_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21513095


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record