Show simple item record

dc.contributor.authorNisa, Faizatun
dc.date.accessioned2026-01-05T03:57:12Z
dc.date.available2026-01-05T03:57:12Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/59431
dc.description.abstractBanjarnegara merupakan kabupaten yang angka perjudian tergolong tinggi di Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum yuridis empiris dengan pendekatan penelitian sosiologis dan kriminologi. Data penelitian dikumpulkan dengan cara wawancara dengan (5) lima subjek penelitian dan studi dokumen/pustaka serta analisis data pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Kesimpulan dari penelitian ini menyimpulkan terjadinya tindak pidana perjudian di wilayah hukum Kepolisian Resor Banjarnegara sebagian besar timbul akibat adanya pengaruh dari interaksi dan komunikasi yang dilakukan di lingkungan sekitarnya. Upaya penegakan hukum yang dilakukan oleh Kepolisian Resor Banjarnegara dibagi menjadi 3 (tiga) bagian yakni upaya pre-emtif, upaya preventif, dan upaya represif yang dilakukan sesuai pada Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang KUHAP. Kendala yang dialami oleh Kepolisian Resor Banjarnegara dalam menanggulangi perjudian diantaranya masyarakat pasif dalam melaporkan praktik perjudian, adanya kebocoran operasi, perjudian dianggap sebagai kebiasaan yang membudaya, dan vonis yang dijatuhkan kepada pelaku cenderung ringan.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectPenegakan Hukumen_US
dc.subjectTindak Pidana Perjudianen_US
dc.subjectKriminologien_US
dc.subjectKepolisianen_US
dc.titleTinjauan Kriminologi dan Penegakan Hukum Tindak Pidana Perjudian di Wilayah Hukum Kepolisian Resor Banjarnegaraen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM20410418


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record