| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan asas proporsionalitas dalam
perjanjian kontrak kerja konstruksi, dengan studi kasus Surat Perintah Kerja (SPK)
Nomor: 003/SPK.subkon/PT.RMS/III/2023 antara PT Rejosari Makmur Sejahtera
(kontraktor utama) dan Zaenuddin (subkontraktor perorangan). Rumusan masalah
mencakup bagaimana asas proporsionalitas diterapkan dalam kontrak tersebut dan
akibat hukum jika asas tersebut tidak dilaksanakan. Metode penelitian yang
digunakan adalah hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan
studi kasus, menggunakan data primer berupa dokumen SPK. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa asas proporsionalitas belum sepenuhnya diterapkan dalam
SPK. Ketidakseimbangan ini terlihat jelas pada Pasal 3 (biaya pelaksanaan), Pasal
4 (pembayaran), dan Pasal 5 (sanksi). Klausul-klausul ini menunjukkan dominasi
Pihak Pertama, membebankan risiko finansial dan operasional yang tidak
proporsional kepada Pihak Kedua, serta menerapkan sanksi sepihak.
Ketidakseimbangan ini berpotensi memicu sengketa dan merugikan pihak
subkontraktor, serta dapat memengaruhi keberlakuan kontrak secara hukum
berpotensi "dapat dibatalkan". Oleh karena itu, disarankan agar kontrak kerja
konstruksi disusun dengan klausul yang lebih adil dan proporsional, serta
memperhatikan kepentingan kedua belah pihak untuk mencegah konflik di masa
mendatang. | en_US |