| dc.description.abstract | Limbah tenun merupakan buangan yang dihasilkan dari berbagai proses
produksi dan penggunaan dengan karakteristik, yaitu berwarna keruh, pH tinggi,
berbusa, mengandung minyak-alkali, zat organik, dan logam berat yang dapat
mencemari lingkungan. Penelitian ini berfokus pada penurunan Chemical Oxygen
Demand (COD) sebelum dibuang dengan menggunakan kombinasi sistem
pengolahan biologis (anaerob-aerob dan clarifier) dan prosesfiltrasi (menggunakan
zeolit, pasir silika, dan PEG). Tujuan penelitian ini adalah menguji keefektifan pada
parameterCOD dan untuk mengkaji kualitas air limbah tenun dengan menggunakan
sistem pengolahan kombinasi mikrobiologi dan proses filtriasi untuk air limbah
tenun. Metode penelitian menggunakan rangkaian reaktor anaerobik-aerobik,
clarifier, zeolit, pasir silika, dan PEG. Sampel limbah tenun dari Industri di Desa
Troso diuji dengan variasi konsentrasi limbah 20% dan 50%, serta HRT 4 hari.
Parameter yang akan diuji mencakup COD, SV30, MLSS, DO, dan ORP. Hasil
persentase removalCOD tertinggi pada reaktor anaerob, clarifier, zeolit, pasir silika,
PEG berturut-turut sebesar 47%, 68%, 64%, 59%, dan 95%. Namun, belum
memenuhi baku mutu 150 mg/L (Permen LHK P.16 Tahun 2019). Parameter fisik
SV30, MLSS, DO, dan ORP memiliki keterkaitan dengan penurunan kadar COD
dengan nilai R2
secara berturut-turut sebesar 0,087; 0,3977; 0,016; dan 0,4658.
Penelitian ini dapat menurunkan kadar COD, namun perlu dilakukan pengolahan
lebih lanjut agar mencapai standar baku mutu yang ditetapkan. | en_US |