| dc.contributor.author | Khairunisa, Arla | |
| dc.contributor.author | Hidayatullah, Ardiansyah Rahmat | |
| dc.date.accessioned | 2025-12-30T02:42:59Z | |
| dc.date.available | 2025-12-30T02:42:59Z | |
| dc.date.issued | 2025-07-01 | |
| dc.identifier.issn | 2964-8483 | |
| dc.identifier.uri | http://hdl.handle.net/123456789/59377 | |
| dc.description.abstract | Sebagai Pelabuhan Perikanan yang paling berpengaruh di Yogyakarta, Pantai
Sadeng tak hanya memiliki potensi perekonomian yang tinggi. Dengan hamparan
pemandangan pantai yang indah ditambah dengan sajian makanan hasil tangkapan
nelayan, membuat Pantai Sadeng juga memiliki potensi wisata yang cukup menarik bagi
turis yang ingin mencicipi atau membeli hasil tangkapan laut langsung di area pantai.
Namun, Keberadaan pasar ikan di Pantai Sadeng tak cukup menarik perhatian
wisatawan untuk berbelanja, wisatawan lebih tertarik membeli langsung dari nelayan
ataupun berbelanja di warung-warung kecil milik warga sekitar. Untuk itu perlu adanya
pengembangan pasar ikan di Pantai Sadeng agar lebih menarik. Salah satu hal yang perlu
dilakukan untuk melaksanakan pengembangan pasar adalah menentukan atau
merancang zonasi bangunan dengan sebaik mungkin. Hal ini bertujuan agar pedagang
maupun pengunjung tertarik melakukan transaksi jual beli didalamnya. Jika tidak ada
ketertarikan antara pedagang dan pengunjung untuk mengisi area lapak di pasar maka
akan terjadi kerugian yakni bangunan akan terbengkalai secara perlahan dan mulai
ditinggalkan. Untuk itu penting untuk memperhatikan zonasi bangunan yang baik agar
tercipta lingkungan pasar yang aman dan nyaman bagi pedagang maupun pengunjung.
Agar perancangan zonasi pasar ini dapat lebih efektif, perlu adanya prinsip-prinsip
zonasi yang berdasar pada teori para ahli. Seperti menerapkan prinsip privasi dan
interaksi agar setiap ruang berfungsi dengan efisien, serta menerapkan prinsip ekologis
agar bangunan yang dibangun dapat menyesuaikan lingkungan sekitarnya. Dengan
menerapkan prinsip-prinsip ini bangunan pasar ikan tidak hanya dapat digunakan
secara fungsional, namun juga dapat memberi kenyamanan dan daya tarik tersendiri
kepada pengunjung. | en_US |
| dc.language.iso | other | en_US |
| dc.publisher | Universitas Islam Indonesia | en_US |
| dc.relation.ispartofseries | SAKAPARI 14;Vol 8, Nomor 1, Juli 2025 | |
| dc.subject | Pasar ikan | en_US |
| dc.subject | zonasi | en_US |
| dc.subject | prinsip zonasi | en_US |
| dc.subject | efektif | en_US |
| dc.subject | Pantai Sadeng | en_US |
| dc.subject | Gunung Kidul | en_US |
| dc.title | PERANCANGAN ZONASI PASAR IKAN DI PANTAI SADENG, GUNUNG KIDUL, YOGYAKARTA: BERDASARKAN PRINSIP ZONASI MENURUT TEORI PARA AHLI | en_US |
| dc.type | Article | en_US |