Show simple item record

dc.contributor.authorZahra, Khoirina Aulia
dc.contributor.authorNugraheni, Anisa Dwi
dc.date.accessioned2025-12-29T06:29:14Z
dc.date.available2025-12-29T06:29:14Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/59364
dc.description.abstractGliserol Monolaurat merupakan senyawa ester yang terbentuk dari reaksi antara gliserol dan asam laurat, berbentuk serbuk putih atau putih kekuningan, dan beraroma netral. Gliserol monolaurat digunakan sebagai pengemulsi dan pengawet yang aman untuk makanan, serta bersifat anti mikroba untuk bahan kosmetik dan farmasi. Proses produksi dilakukan melalui reaksi esterifikasi antara gliserol dan asam laurat menggunakan katalis heterogen 20% (DMBPSH)HSO4/SG di dalam Reaktor Tangki Alir Berpengaduk (CSTR) pada suhu 145 °C dan tekanan 1 atm. Produk keluaran reaktor menghasilkan GML dan air. Pendirian pabrik Gliserol Monolaurat dengan kapasitas 10.000 ton/tahun direncanakan akan didirikan di daerah Deli Serdang, Sumatera Utara pada tahun 2029 dengan luas tanah 13.000 m2 . Kebutuhan utilitas diambil dari Sungai Seruwai sebanyak 655.687,803 kg/hari. Sedangkan kebutuhan listrik untuk operasional pabrik sebesar 592,69 kW disuplai dari PT PLN Medan Denai. Untuk mengantisipasi adanya pemadaman, maka disediakan generator sebagai cadangan. Bahan bakar yang digunakan untuk generator maupun boiler tersebut adalah solar sebanyak 1.341,86 kg/jam. Limbah pabrik berasal dari proses produksi, laboratorium, kegiatan domestik, dan unit utilitas, dengan karakteristik meliputi air, etil asetat, asam laurat, bahan kimia, serta senyawa organik. Hasil analisis risiko menunjukkan bahwa pabrik ini termasuk dalam kategori low risk. Berdasarkan perhitungan evalusi ekonomi untuk pendirian pabrik gliserol monolaurat di atas, dibutuhkan modal tetap sebesar Rp455.833.187.147, Manufacturing cost Rp1.424.659.869.022. Harga jual produksi sebesar Rp1.897.204.438.226 per tahun, dengan keuntungan sebelum pajak sebesar Rp227.110.745.662 per tahun serta keuntungan setelah pajak sebesar Rp170.333.059.246. Nilai Return on Invesment (ROI) sesudah pajak untuk pabrik ini sebesar 37,36%, Pay Out Time (POT) sesudah pajak yaitu 2,1 tahun, sedangkan Break Even Point (BEP) sebesar 40,59%, dan Shut Down Point (SDP) sebesar 26,38%. Sehingga untuk analisis kelayakannya termasuk dalam kategori high risk Nilai-nilai tersebut menunjukan bahwa pabrik ini layak untuk dipertimbangkan pendiriannya dan dapat diteruskan ke tahap perencanaan pabrik.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectAsam Lauraten_US
dc.subjectEndotermisen_US
dc.subjectEsterifikasien_US
dc.subjectEvaluasi Ekonomien_US
dc.subjectGliserolen_US
dc.subjectGliserol Monolauraten_US
dc.subjectPrarancangan Pabriken_US
dc.titleGliserol Monolaurat dari Asam Laurat dan Gliserol Kapasitas 10.000 Ton/tahunen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21521034
dc.Identifier.NIM21521040


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record