Show simple item record

dc.contributor.authorArifin, Malika Ulya
dc.date.accessioned2025-12-29T04:36:19Z
dc.date.available2025-12-29T04:36:19Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/59360
dc.description.abstractTindak pidana pencurian menjadi salah satu kejahatan yang sering terjadi di Indonesia, pencurian ini bisa dilakukan di tempat umum maupun di tempat tinggal seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui modus operandi, penegakan hukum, dan hambatan yang dialami oleh pihak Penyidik Kepolisian Sektor Ngaglik terhadap maraknya tindak pidana pencurian dengan pemberatan yang meresahkan dan merugikan masyarakat. Berdasarkan data dari Unit Reskrim Kepolisian Sektor Ngaglik selama tahun 2024 terdapat kurang lebih sebanyak 400 laporan dari masyarakat yang masuk. Lalu terdapat 46 Laporan Polisi yang pernah ditangani oleh pihak kepolisian, dari 46 Laporan Polisi tersebut, terdapat 15 perkara tindak pidana pencurian dengan pemberatan. Setiap kejahatan pastinya memiliki modus operandi yang berbeda-beda sebagai contoh pada tindak pidana pencurian pemberatan, para pelaku biasanya menggunakan alat bantu untuk mempermudah aksinya. Hal ini membuat Penyidik Unit Reserse Kriminal Kepolisian Sektor Ngaglik melakukan berbagai upaya untuk meminimalisir tingkat kejahatan dengan upaya preventif dan menindaklanjuti banyaknya laporan yang masuk untuk mewujudukan penegakan hukum yang menjunjung tinggi nilai keadilan sebagai bentuk upaya represif yang dilakukan oleh pihak Kepolisian. Dari penjelasan tersebut muncul rumusan masalah yang diajukan yaitu bagaimana modus operandi yang dilakukan pelaku tindak pidana pencurian dengan pemberatan di wilayah Kecamatan Ngaglik?, bagaimana penegakan hukum oleh Kepolisian Sektor Ngaglik terhadap tindak pidana pencurian dengan pemberatan? dan apa yang menjadi hambatan Penyidik Kepolisian Sektor Ngaglik dalam melakukan penegakan hukum tindak pidana pencurian dengan pemberatan?. Metode penelitian yang digunakan dalam skripsi ini adalah penelitian hukum yang bersifat empiris dengan pendekatan sosiologis. Adapun data penelitian yang digunakan terdiri dari data primer dan data sekunder yang didapatkan dari hasil wawancara dan studi dokumen. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa terdapat berbagai modus operandi yang dilakukan oleh pelaku kejahatan seperti menggunakan alat bantu, membawa berbagai anak kunci palsu, dan memecahkan jendela. Untuk meminimalisir tingkat kejahatan yang relatif tinggi maka Kepolisian Sektor Ngaglik melakukan upaya preventif seperti melakukan penyuluhan dan melaksanakan patroli serta melakukan upaya represif dengan cara melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap setiap perkara yang di duga sebagai tindak pidana. Namun dalam melakukan penegakan hukum tidak selamanya berjalan lancar, pastinya terdapat beberapa hambatan yang dihadapi oleh para Penyidik Unit Reserse Kriminal Kepolisian Sektor Ngaglik diantaranya adalah keterbatasan jumlah personil dan minimnya petunjuk saat tahap penyelidikan.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectPencurian Dengan Pemberatanen_US
dc.subjectPenegakan Hukumen_US
dc.subjectUnit Reserse Kriminal Kepolisian Sektor Ngagliken_US
dc.titleModus Operandi dan Penegakan Hukum Tindak Pidana Pencurian dengan Pemberatan pada Kepolisian Sektor Ngagliken_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21410076


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record