• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Lecturers And Researchers
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Department of Architecture
    • SAKAPARI (Seminar Karya & Pameran Arsitektur Indonesia)
    • SAKAPARI 2025 #SERIES 15
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Lecturers And Researchers
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Department of Architecture
    • SAKAPARI (Seminar Karya & Pameran Arsitektur Indonesia)
    • SAKAPARI 2025 #SERIES 15
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    PENGARUH REVITALISASI LAPANGAN KLIDON SLEMAN TERHADAP KEGIATAN MASYARAKAT

    Thumbnail
    View/Open
    20. PENGARUH REVITALISASI LAPANGAN KLIDON SLEMAN TERHADAP KEGIATAN MASYARAKAT.pdf (763.0Kb)
    Date
    2025-07-01
    Author
    Haidar, M Alfin
    Gunagama, M. Galieh
    Al Bareeq, M Mufeed
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Lapangan Klidon, sebagai ruang publik di Dusun Klidon, Desa Donoharjo, Kabupaten Sleman, memiliki peran penting dalam mendukung berbagai kegiatan masyarakat. Sebelum revitalisasi, lapangan ini kurang memadai dari segi fasilitas, sehingga membatasi fungsi sosial dan keolahragaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh revitalisasi Lapangan Klidon terhadap kualitas ruang publik dan aktivitas sosial masyarakat. Penelitian ini mengisi kekosongan studi mengenai pengaruh revitalisasi ruang publik terhadap konsep Placemaking dalam komunitas lokal. Dengan penambahan fasilitas seperti jogging track, tribun penonton, dan area kuliner, revitalisasi ini dirancang untuk meningkatkan kenyamanan, daya tarik, dan variasi kegiatan, termasuk olahraga, kesenian, serta acara komunitas. Pendekatan kualitatif digunakan dengan metode wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis data yang disajikan dalam bentuk perbandingan kondisi sebelum dan sesudah revitalisasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan aktivitas masyarakat di pagi dan sore hari, serta pertumbuhan ekonomi bagi pedagang kaki lima akibat tata ruang yang lebih terorganisir. Namun, masih ditemukan kendala seperti pencahayaan malam yang kurang optimal dan tidak adanya fasilitas sanitasi. Hal ini menunjukkan bahwa revitalisasi tidak hanya menghidupkan kembali interaksi sosial tetapi juga memperkuat identitas ruang melalui konsep placemaking. Selain itu, revitalisasi ini memperluas partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan ruang publik, mendukung keberlanjutan lingkungan, dan menciptakan ruang inklusif yang memenuhi kebutuhan berbagai kalangan.
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/59332
    Collections
    • SAKAPARI 2025 #SERIES 15 [90]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV