| dc.description.abstract | Tingginya tingkat pekerjaan dan beban studi yang berat meningkatkan
kebutuhan akan ruang kerja dan belajar yang lebih fleksibel dan nyaman. Ruang kerja
yang terlalu formal, seperti di kantor, sekolah, atau rumah, sering kali menyebabkan
kejenuhan. Oleh karena itu, diperlukan ruang alternatif yang lebih informal dan kreatif,
seperti co-working space, yang dapat mendukung produktivitas. Penelitian ini bertujuan
untuk mengembangkan desain co-working space yang responsif terhadap kebutuhan
pengguna dengan pendekatan Arsitektur Perilaku. Metode penelitian meliputi studi
literatur, observasi lapangan di berbagai co-working space di Yogyakarta, serta analisis
kebutuhan pengguna berdasarkan aspek perilaku ruang. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa fleksibilitas tata ruang, diversifikasi zona kerja (individu dan kolaboratif), serta
pengoptimalan aspek psikologi lingkungan (pencahayaan, akustik, dan elemen alami)
berperan signifikan dalam meningkatkan kenyamanan dan efektivitas kerja. Konsep
inovatif yang diterapkan dalam perancangan meliputi zoning berbasis konsentrasi dan
ruang kerja adaptif untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat dan produktif.
Rekomendasi diberikan kepada pengelola co-working space agar mengadopsi prinsipprinsip
Arsitektur
Perilaku
guna
meningkatkan
pengalaman
pengguna. | en_US |