Hubungan Literasi Kesehatan Mental dengan Perilaku Mencari Bantuan Pada Mahasiswa
Abstract
Permasalahan kesehatan mental merupakan isu yang sering dihadapi oleh
mahasiswa, khususnya pada masa transisi remaja akhir menuju masa dewasa awal.
Meskipun demikian, perilaku mencari bantuan masih tergolong rendah. Literasi
kesehatan mental menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku tersebut.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara literasi kesehatan
mental dengan perilaku mencari bantuan psikologis pada mahasiswa. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian
adalah mahasiswa aktif sebanyak 208 orang yang diperoleh melalui teknik
purposive sampling. Pengukuran dilakukan menggunakan skala Mental Health
Literacy (MHL) dan General Help-Seeking Questionnaire (GHSQ). Analisis data
dilakukan menggunakan uji korelasi Sperman. Hasil analisis menunjukkan adanya
hubungan positif signifikan antara literasi kesehatan mental dan perilaku mencari
bantuan psikologis dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,187 dan signifikansi
p< 0,01. Meskipun hubungan tergolong lemah, hasil ini menunjukkan bahwa
semakin tinggi tingkat literasi kesehatan mental mahasiswa, maka semakin tinggi
pula kecenderungan mereka untuk mencari bantuan psikologis. Penelitian ini
memperkuat pentingnya upaya peningkatan literasi kesehatan mental guna
mendorong mahasiswa lebih proaktif dalam mengakses layanan bantuan psikologis.
Collections
- Psychology [240]
