| dc.description.abstract | Perkembangan isu lingkungan dan tuntutan transparansi dari berbagai
pemangku kepentingan mendorong perusahaan untuk mengadopsi praktik
pelaporan keberlanjutan, salah satunya melalui Green Accounting. Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan Green Accounting terhadap
kinerja perusahaan go publik di Indonesia, serta menguji peran Good Corporate
Governance (GCG), dewan direksi, dan jenis industri sebagai variabel yang
memoderasi hubungan tersebut.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder
yang diperoleh dari laporan tahunan dan laporan keberlanjutan perusahaan go
publik sektor manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama
periode 2021–2023. Sampel dipilih dengan metode purposive sampling sebanyak
40 perusahaan. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linear berganda
dengan pendekatan moderasi menggunakan software SPSS.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Green Accounting
berpengaruh positif terhadap kinerja perusahaan. Namun, moderasi oleh variabel
GCG, dewan direksi, dan jenis industri menunjukkan hasil yang bervariasi. GCG
dan dewan direksi tidak terbukti secara signifikan memperkuat hubungan antara
Green Accounting dan kinerja perusahaan. Sebaliknya, jenis industri menunjukkan
pengaruh moderasi yang signifikan, mengindikasikan bahwa sektor industri yang
lebih terdampak secara lingkungan cenderung memperoleh manfaat yang lebih
besar dari penerapan Green Accounting.
Penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi perusahaan dalam
menyusun strategi keberlanjutan yang lebih komprehensif dan mendukung peran
regulasi dalam mendorong keterbukaan informasi lingkungan. Selain itu, penelitian
ini juga menjadi referensi bagi akademisi dan peneliti selanjutnya dalam
mengembangkan studi mengenai akuntansi lingkungan dan keberlanjutan
korporasi. | en_US |