| dc.description.abstract | Jalan adalah suatu infrastruktur yang menghubungkan satu daerah dengan
daerah yang lain yang sangat penting dalam sistem pelayanan masyarakat.
Kerusakan jalan masih menjadi masalah penting di Indonesia, salah satunya di
Kabupaten Kulon Progo. Ketidaknyamanan saat berkendara, kerusakan kendaraan,
dan kecelakaan adalah beberapa konsekuensi dari kerusakan jalan yang
berkelanjutan. Penelitian ini didasarkan pada kemajuan AI untuk membuat sistem
klasifikasi berbasis Deep Learning yang diharapkan dapat membantu otoritas
membuat keputusan tentang kondisi kerusakan jalan saat ini dengan menggunakan
foto kerusakan jalan. Convolutional Neural Network adalah salah satu metode Deep
Learning yang paling efektif untuk memproses data gambar. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui rancangan CNN dalam menjalankan arsitekturnya
pada hasil klasifikasi kerusakan jalan ke dalam kelas-kelasnya yakni Alligator
Crack, Corrugation, dan Pothole. Kemudian untuk mengevaluasi sejauh mana
kinerja model dalam mengenali objek melalui nilai akurasi yang diperoleh dari tiga
arsitektur CNN yang digunakan, yaitu VGG-16, InceptionV3, dan ResNet50V1.
Data yang digunakan pada penelitian ini berupa citra kerusakan jalan yang diambil
secara primer dan sekunder yang terdiri dari 600 gambar dan dibagi menjadi 3
kelas, yaitu Alligator Crack, Corrugation, dan Pothole, masing masing 300 gambar
dari wilayah Kabupaten Kulon Progo dan Kabupaten Klaten. Hasil evaluasi
menunjukkan bahwa pada data validasi berdasarkan perhitungan rata-rata confusion
matrix metode K-Fold Cross Validation mencapai 90% untuk arsitektur VGG-16
dan InceptionV3, sedangkan untuk ResNet50V1 sebesar 76%. Untuk mengukur
performa model lebih lanjut, dilakukan pengujian menggunakan data test dengan
hasil akurasi sebesar 88% untuk VGG-16 dan InceptionV3, sedangkan untuk
ResNet50V1 sebesar 78% berdasarkan confusion matrix. Berikutnya, dilakukan
deploy sistem deteksi menggunakan FlaskApp dan diuji menggunakan data
eksternal untuk menilai kemampuan model dalam melakukan prediksi di luar data
latih. Didapatkan hasil yang baik untuk setiap arsitektur, hal ini menunjukkan
kinerja deteksi berbasis web mampu belajar dengan baik. | en_US |