• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Kedudukan Wasiat Lisan Dorce Gamalama Alias Dorce Ashadi dalam Perspektif Islam (Analisa Terhadap Keinginan Diperlakukan Sebagai Wanita)

    Thumbnail
    View/Open
    20410271.pdf (2.100Mb)
    20410271 Bab 1.pdf (319.0Kb)
    20410271 Daftar Pustaka.pdf (242.2Kb)
    Date
    2025
    Author
    Fadhilah, Fernanda Iqbal
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan wasiat lisan dalam perspektif hukum Islam melalui analisa Dorce Gamalama alias Dorce Ashadi yang menginginkan diperlakukan sebagai jenazah perempuan setelah meninggal dunia. Permintaan ini menjadi sorotan karena berkaitan dengan isu identitas gender dan perlakuan hukum terhadap transgender dalam praktik pemulasaraan jenazah. Penelitian ini penting karena menyangkut hak individu dan ketentuan hukum syar’i yang berlaku di Indonesia. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini mengenai bagaimana kedudukan wasiat lisan Dorce yang ingin diperlakukan sebagai jenazah perempuan dan apakah jenazah transgender diperlakukan sesuai dengan gender awalnya atau tidak dalam perspektif Islam. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Sumber bahan hukum terdiri dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Teknik analisis data dilakukan secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara formal, wasiat lisan Dorce Gamalama alias Dorce Ashadi sah menurut Kompilasi Hukum Islam karena memenuhi syarat dua saksi. Namun, isi wasiat yang bertentangan dengan hukum syar’i yakni permintaan agar diperlakukan sebagai perempuan dinilai tidak sah dan tidak wajib dilaksanakan. Dalam hukum Islam, jenazah transgender tetap diperlakukan sesuai jenis kelamin asalnya. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan fiqih yang bijak dan edukatif sangat diperlukan dalam menyikapi isu serupa.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/59151
    Collections
    • Law [3375]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV