Show simple item record

dc.contributor.authorSalsabila, Putri
dc.date.accessioned2025-12-18T03:40:38Z
dc.date.available2025-12-18T03:40:38Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/59139
dc.description.abstractIndeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan indikator yang digunakan untuk mengukur keberhasilan pembangunan suatu daerah, yang mencakup tiga dimensi utama: kesehatan, pendidikan, dan standar hidup layak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat kemiskinan dan pengangguran terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2008–2023. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS). Metode analisis yang diterapkan adalah metode data panel, yang menggabungkan data time series selama 16 tahun (2008–2023) dan cross-section meliputi 35 Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah. Hasil analisis menunjukkan bahwa model terbaik yang digunakan adalah Fixed Effect Model (FEM). Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa tingkat kemiskinan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia di Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah, dan tingkat pengangguran tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia di Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Tengah. Namun demikian, variabel tingkat kemiskinan dan pengangguran secara simultan atau bersama- sama berpengaruh signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia di Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Tengah.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectIndeks Pembangunan Manusiaen_US
dc.subjectTingkat Kemiskinanen_US
dc.subjectPengangguranen_US
dc.titleAnalisis Pengaruh Tingkat Kemiskinan dan Pengangguran terhadap Indeks Pembangunan Manusia: Studi Kasus Provinsi Jawa Tengah Tahun 2008-2023en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM20313320


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record