• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Chemistry
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Chemistry
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Enkapsulasi Minyak Atsiri Kemangi, Cengkeh dan Campurannya Menggunakan Maltodekstrin, Carboxymethyl Cellulose dan Campurannya dengan Pengeringan Beku Sebagai Antibakteri Escherichia Coli dan Staphylococcus Aureus

    Thumbnail
    View/Open
    21923014.pdf (7.749Mb)
    Date
    2025
    Author
    Sobari, Mohammad
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Enkapsulasi minyak atsiri kemangi (Ocimum americanum) BEO, Cengkeh (Syzygium aromaticum) CEO dan campurannya (BCEO) menggunakan matriks maltodekstrin (MD), Carboxymethylcellulose (CMC) dan campurannya (CMC/MD) dengan pengeringan beku (FD) sebagai antibakteri Escherichia coli (E.Coli) dan Staphylococcus aureus (S.Aureus). BEO dan CEO didapatkan dengan metode destilasi uap-air dengan kandungan utama Z-citral pada BEO dan Eugenol pada CEO. BCEO didapat dengan mencampurkan BEO dan CEO dengan perbandingan 1:1. Enkapsulasi minyak atsiri dilakukan dengan mencampurkan aquades, matriks, minyak atsiri dan tween 80 dengan berat masing-masing yaitu 92 gram, 6 gram, 2 gram dan 0,1. Seluruh matriks dapat digunakan untuk enkapsulasi minyak atsiri. Dibuktikan dengan adanya pergeseran bilangan gelombang pada spektra Fourier Transform Infrared (FTIR) dan dikonfirmasi dengan Headspace- Solid Phase MicroExtraction (HS-SPME) Gas Chromatography Mass Spectrometry (GCMS) yang menyatakan bahwa pada setiap sampel terdapat komponen senyawa yang juga terdapat pada minyak. Hasil efisiensi kimia dengan membandingkan luas area pada enkapsulan dan minyak atsiri menunjukkan bahwa matriks CMC/MD memiliki efisiensi kimia paling baik pada semua minyak dengan masing-masing hasil yaitu CMC/MD:BEO (58,56%), CMC/MD:CEO (114,51%) dan CMC/MD:BCEO (86,23%). Ukuran partikel sebelum dan sesudah FD, MD memiliki ukuran yang lebih besar setelah pengeringan, CMC memiliki ukuran yang lebih kecil setelah pengeringan dan CMC/MD memiliki ukuran yang lebih kecil setelah pengeringan. MD memiliki bentuk permukaan seperti serpihan kaca, CMC memiliki bentuk permukaan yang berpori, dan CMC/MD memiliki bentuk permukaan yang tidak rata dengan sedikit pori dan terdapat beberapa serpihan. CMC:CEO memiliki efek antibakteri paling besar pada bakteri E.Coli dan S.Aureus sebesar 23,6 mm dan 20,1 mm.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/59138
    Collections
    • Master of Chemistry [59]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV