| dc.description.abstract | Tingginya tingkat kecurangan di perguruan tinggi menunjukkan pentingnya deteksi
dini fraud untuk menjaga integritas institusi pendidikan. Penelitian ini mengkaji
pengaruh audit internal berbasis risiko, whistleblowing system, kompetensi, dan
independensi auditor terhadap pendeteksian fraud, dengan teknologi informasi
sebagai variabel moderasi. Penelitian dilakukan secara kuantitatif melalui survei
terhadap 180 auditor internal perguruan tinggi di Indonesia yang telah menerapkan
audit berbasis risiko dan whistleblowing system. Penelitian ini menggunakan
analisis data simultaneous equation model (SEM) melalui SmartPLS. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa audit internal berbasis risiko dan kompetensi
auditor berpengaruh positif signifikan terhadap pendeteksian fraud. Whistleblowing
system berpengaruh signifikan namun negatif, sementara independensi auditor
tidak berpengaruh signifikan secara langsung, namun dipengaruhi oleh moderasi
teknologi informasi. Temuan ini menekankan pentingnya penguatan audit internal,
peningkatan kompetensi auditor, dan pemanfaatan teknologi informasi untuk
mendukung sistem deteksi fraud yang efektif di perguruan tinggi. | en_US |