Show simple item record

dc.contributor.authorKhasifa, Athifa Ratna
dc.date.accessioned2025-12-11T04:43:55Z
dc.date.available2025-12-11T04:43:55Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/59071
dc.description.abstractKesulitan dalam mengatur emosi diketahui dapat mempengaruhi kondisi fisiologis dan psikologis individu, termasuk pasien hipertensi. Salah satu pendekatan psikospiritual yang diyakini dapat membantu mengelola emosi secara adaptif adalah zikir (mengingat Tuhan). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara zikir dengan kesulitan dalam regulasi emosi pada pasien hipertensi usia produktif (18-60 tahun). Zikir dipandang sebagai praktik psikospiritual yang dapat membantu individu dalam mengelola emosi secara lebih adaptif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan 101 responden. Alat ukur yang digunakan adalah Zikir Questionnaire Scale (Rusdi, 2018) dan versi singkat dari Difficulties in Emotion Regulation Scale (DERS-18) yang telah diadaptasi ke dalam Bahasa Indonesia oleh Danasasmita et al., (2024). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman dan uji beda Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara zikir dengan kesulitan dalam regulasi emosi (p = 0.000). Temuan ini menunjukkan bahwa praktik zikir dapat menjadi intervensi alternatif non-farmakologis untuk mendukung regulasi emosi pada pasien hipertensi usia produktif.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectDERS-18en_US
dc.subjectZikiren_US
dc.subjectKesulitan Dalam Regulasi Emosien_US
dc.subjectPasien Hipertensien_US
dc.subjectUsia Produktifen_US
dc.titleZikir dan Kesulitan Dalam Regulasi Emosi bagi Pasien Hipertensien_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21320011


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record