Zikir dan Kesulitan Dalam Regulasi Emosi bagi Pasien Hipertensi
Abstract
Kesulitan dalam mengatur emosi diketahui dapat mempengaruhi kondisi fisiologis
dan psikologis individu, termasuk pasien hipertensi. Salah satu pendekatan
psikospiritual yang diyakini dapat membantu mengelola emosi secara adaptif
adalah zikir (mengingat Tuhan). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
hubungan antara zikir dengan kesulitan dalam regulasi emosi pada pasien hipertensi
usia produktif (18-60 tahun). Zikir dipandang sebagai praktik psikospiritual yang
dapat membantu individu dalam mengelola emosi secara lebih adaptif. Penelitian
ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan 101 responden. Alat
ukur yang digunakan adalah Zikir Questionnaire Scale (Rusdi, 2018) dan versi
singkat dari Difficulties in Emotion Regulation Scale (DERS-18) yang telah
diadaptasi ke dalam Bahasa Indonesia oleh Danasasmita et al., (2024). Analisis
data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman dan uji beda Mann-Whitney.
Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara zikir
dengan kesulitan dalam regulasi emosi (p = 0.000). Temuan ini menunjukkan
bahwa praktik zikir dapat menjadi intervensi alternatif non-farmakologis untuk
mendukung regulasi emosi pada pasien hipertensi usia produktif.
Collections
- Psychology [341]
