Show simple item record

dc.contributor.authorSalikurrahman, Lalu Muhammad
dc.date.accessioned2025-12-09T06:50:39Z
dc.date.available2025-12-09T06:50:39Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/59046
dc.description.abstractPerkembangan sektor pariwisata di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika telah membawa perubahan sosial dan budaya yang signifikan bagi masyarakat lokal, termasuk lingkungan pendidikan. Salah satu kekhawatiran yang muncul adalah potensi terkikisnya nilai-nilai spiritual Islami di kalangan generasi muda akibat pengaruh globalisasi budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji eksistensi budaya spiritual Islami di lingkungan sekolah yang berada di Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, serta untuk mengidentifikasi tantangan dan peluang yang muncul dalam konteks tersebut, sekaligus mengeksplorasi strategi yang diterapkan dalam mempertahankan dan memperkuat nilai-nilai keislaman di tengah gempuran budaya pariwisata. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi lapangan (field research). Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru, dan tokoh masyarakat, serta dokumentasi kegiatan sekolah. Teknik purposive sampling digunakan dalam menentukan informan yang relevan dengan fokus penelitian. Analisis data dilakukan secara deskriptif-kualitatif dengan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya spiritual Islami masih eksis dan dijaga dengan baik oleh lembaga pendidikan di tengah pesatnya arus pariwisata. Sekolah-sekolah di KEK Mandalika tetap melaksanakan kegiatan keagamaan secara rutin dan menjadikan nilai-nilai Islam sebagai fondasi pembinaan karakter siswa. Namun demikian, sekolah juga menghadapi tantangan serius seperti masuknya budaya hedonistik, lemahnya pengawasan orang tua, serta perubahan orientasi sosial di kalangan siswa. Di sisi lain, pariwisata juga memberikan peluang strategis bagi sekolah untuk menjadikan dirinya sebagai pusat edukasi nilai-nilai Islami bagi masyarakat dan wisatawan. Strategi yang diterapkan sekolah antara lain melalui keteladanan guru, pembiasaan kegiatan religius, integrasi nilai Islami dalam pembelajaran, serta penguatan kerja sama antara sekolah, orang tua, dan masyarakat. Temuan ini menunjukkan bahwa peran lembaga pendidikan sangat vital dalam menjaga keberlangsungan nilai-nilai spiritual di tengah transformasi sosial akibat pariwisata. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan konsep pendidikan Islam yang responsif terhadap perubahan lingkungan serta menjadi rujukan dalam merancang kebijakan pembangunan KEK yang berbasis nilai religius.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectBudaya Spiritual Islamien_US
dc.subjectPendidikan Islamen_US
dc.subjectKawasan Ekonomi Khusus (KEK)en_US
dc.subjectStrategi Sekolahen_US
dc.subjectPengaruh Pariwisataen_US
dc.titleEksistensi Budaya Spiritual Islami Dalam Membentuk Karakter Spiritual Siswa (Studi Kasus: Di Lingkungan Sekolah Kawasan Ekonomi Khusus Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat)en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM23913057


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record