Eksistensi Budaya Spiritual Islami Dalam Membentuk Karakter Spiritual Siswa (Studi Kasus: Di Lingkungan Sekolah Kawasan Ekonomi Khusus Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat)
Abstract
Perkembangan sektor pariwisata di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika
telah membawa perubahan sosial dan budaya yang signifikan bagi masyarakat
lokal, termasuk lingkungan pendidikan. Salah satu kekhawatiran yang muncul
adalah potensi terkikisnya nilai-nilai spiritual Islami di kalangan generasi muda
akibat pengaruh globalisasi budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji
eksistensi budaya spiritual Islami di lingkungan sekolah yang berada di Desa Kuta,
Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, serta untuk mengidentifikasi tantangan dan
peluang yang muncul dalam konteks tersebut, sekaligus mengeksplorasi strategi
yang diterapkan dalam mempertahankan dan memperkuat nilai-nilai keislaman di
tengah gempuran budaya pariwisata. Penelitian ini menggunakan pendekatan
kualitatif dengan metode studi lapangan (field research). Data dikumpulkan melalui
observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru, dan
tokoh masyarakat, serta dokumentasi kegiatan sekolah. Teknik purposive sampling
digunakan dalam menentukan informan yang relevan dengan fokus penelitian.
Analisis data dilakukan secara deskriptif-kualitatif dengan menggunakan model
interaktif Miles dan Huberman, yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan
penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya spiritual
Islami masih eksis dan dijaga dengan baik oleh lembaga pendidikan di tengah
pesatnya arus pariwisata. Sekolah-sekolah di KEK Mandalika tetap melaksanakan
kegiatan keagamaan secara rutin dan menjadikan nilai-nilai Islam sebagai fondasi
pembinaan karakter siswa. Namun demikian, sekolah juga menghadapi tantangan
serius seperti masuknya budaya hedonistik, lemahnya pengawasan orang tua, serta
perubahan orientasi sosial di kalangan siswa. Di sisi lain, pariwisata juga
memberikan peluang strategis bagi sekolah untuk menjadikan dirinya sebagai pusat
edukasi nilai-nilai Islami bagi masyarakat dan wisatawan. Strategi yang diterapkan
sekolah antara lain melalui keteladanan guru, pembiasaan kegiatan religius,
integrasi nilai Islami dalam pembelajaran, serta penguatan kerja sama antara
sekolah, orang tua, dan masyarakat. Temuan ini menunjukkan bahwa peran
lembaga pendidikan sangat vital dalam menjaga keberlangsungan nilai-nilai
spiritual di tengah transformasi sosial akibat pariwisata. Penelitian ini memberikan
kontribusi dalam pengembangan konsep pendidikan Islam yang responsif terhadap
perubahan lingkungan serta menjadi rujukan dalam merancang kebijakan
pembangunan KEK yang berbasis nilai religius.
