Show simple item record

dc.contributor.authorNoviyana, Grandis
dc.date.accessioned2025-12-08T08:20:27Z
dc.date.available2025-12-08T08:20:27Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/59030
dc.description.abstractPenelitian ini menganalisis peran National Land Coalition (NLC) Filipina dalam implementasi reforma agraria pada periode 2021–2024 menggunakan kerangka teori Helen Yanacopulos (2005) tentang strategi koalisi NGO. Filipina menghadapi krisis agraria struktural akibat ketimpangan kepemilikan lahan, konversi lahan skala besar, dan pelanggaran HAM terhadap petani. NLC, sebagai koalisi terdiri dari sembilan NGO, berperan melalui tiga strategi utama: (1) koalisi dengan membangun aliansi multi-pemangku kepentingan; (2) lobi kebijakan seperti New Agrarian Emancipation Act (NAEA); dan (3) kampanye mobilisasi massa dan media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa NLC berhasil mendorong distribusi 4.654 hektar lahan, melindungi 6.000 keluarga petani, dan memengaruhi kebijakan nasional. Namun, tantangan seperti resistensi elite dan lemahnya implementasi kebijakan tetap ada. Studi ini menyoroti pentingnya pendekatan kolektif dan adaptif dalam lobi agraria.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectIsu HAMen_US
dc.subjectKetimpangan Agrariaen_US
dc.subjectKoalisi NGOen_US
dc.subjectReforma Agrariaen_US
dc.subjectNLC Filipinaen_US
dc.titleUpaya National Land Coalition Dalam Reforma Agraria di Filipina 2021-2024en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21323005


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record