Upaya National Land Coalition Dalam Reforma Agraria di Filipina 2021-2024
Abstract
Penelitian ini menganalisis peran National Land Coalition (NLC) Filipina dalam
implementasi reforma agraria pada periode 2021–2024 menggunakan kerangka
teori Helen Yanacopulos (2005) tentang strategi koalisi NGO. Filipina
menghadapi krisis agraria struktural akibat ketimpangan kepemilikan lahan,
konversi lahan skala besar, dan pelanggaran HAM terhadap petani. NLC, sebagai
koalisi terdiri dari sembilan NGO, berperan melalui tiga strategi utama: (1) koalisi
dengan membangun aliansi multi-pemangku kepentingan; (2) lobi kebijakan
seperti New Agrarian Emancipation Act (NAEA); dan (3) kampanye mobilisasi
massa dan media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa NLC berhasil mendorong
distribusi 4.654 hektar lahan, melindungi 6.000 keluarga petani, dan memengaruhi
kebijakan nasional. Namun, tantangan seperti resistensi elite dan lemahnya
implementasi kebijakan tetap ada. Studi ini menyoroti pentingnya pendekatan
kolektif dan adaptif dalam lobi agraria.
Collections
- International Relations [914]
