Integrasi Materi Pendidikan Seksual dalam Pembelajaran Akidah Akhlak Kelas VIII MTs Ma’arif NU Pituruh Purworejo Jawa Tengah
Abstract
Pendidikan seksual merupakan upaya memberikan penjelasan dan
pengajaran kepada anak mengenai masalah-masalah seksual, baik dari perubahan
biologis maupun psikologis. Namun Saat ini materi tentang pendidikan seksual
hanya menjadi pembicaraan saja bahkan dianggap tabu yang mengakibatkan
terjadinya penyimpangan seksual. Ketidak pahaman tentang materi pendidikan
seksual merupakan suatu permasalahan yang harus ditindak lanjuti. Penelitian ini
bertujuan untuk 1.) Mendeskripsikan cara integrasi materi Pendidikan seksual
dalam pembelajaran akidah akhlak. 2.) Menganalisis faktor pendukung dan
penghambat pelaksanaan integrasi materi pendidikan seksual dalam pembelajaran
akidah akhlak di MTS Ma’arif NU Megulung Kidul.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Jenis penelitian yang
digunakan adalah penelitian lapangan dimana peneliti berangkat ke lokasi
penelitian untuk mengadakan pengamatan tentang suatu fenomena terjadinya
masalah di lapangan. Kemudian dianalisis dengan beberapa proses, yaitu teknik
pengumpulan informan, dalam penelitian skripsi ini dengan cara purposive
sampling. Teknik pengumpulan data, dalam penelitian ini menggunakan observasi,
wawancara dan dokumentasi pada pihak sekolah. Untuk mengetahui keabsahan
data penelitian ini menggunakan dipilih adalah tringulasi sumber, triangulasi
tehnik, dan triangulasi waktu. Teknik analisis menggunakan teknik analisis
interaktif dari Miles & Hubermen.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1.) Integrasi materi pendidikan
seksual dalam pembelajaran akidah akhlak kelas VIII, mencakup semua materi
dalam pelajaran akidah akhlak seperti menghindari perilaku menyimpang dalam
pergaulan remaja, dan lainya. Terdiri dari beberapa strategi pembelajaran, metode
pembelajaran, serta evaluasi pembelajaran. 2.) Faktor pendukung pelaksanaan
pendidikan seksual di MTS Ma’arif NU Pituruh yaitu adanya partisipasi aktif
seluruh warga sekolah, serta fasilitas yang menunjang. Sedangkan factor
penghambatnya adalah kondisi siswa yang berbeda-beda baik lingkungan, maupun
tingkat pemahamannya.
Collections
- Islamic Education [1275]
