Prarancangan Pabrik Metanol dari Syngas dengan Kapasitas 660.000 Ton/tahun
Abstract
Metanol merupakan salah satu bahan kimia dasar strategis yang digunakan
secara luas dalam industri bahan bakar, pelarut, resin dan sebagai bahan baku
dalam tenologi energi terbarukan seperti fuel cell dan power-to-liquid (PtL).
Di Indonesia, produksi metanol domestik masih sangat terbatas sehingga
sebagian besar kebutuhan nasional dipenuhi melalui impor. Oleh karena itu,
Prarancangan pabrik metanol berbasis bahan baku syngas (gas sintesis)
dengan kapasitas 660.00 ton/tahun, direncanakan didirikan di kota Cilegon,
Banten, di atas lahan seluas ±6,57 hektar dan mempekerjakan karyawan
sekitar 150 karyawan. Proses utama yang digunakan adalah methanol
synthesis reaction (MSR) menggunkan reaktor fixed bed multitube dengan
katalis Cu/ZnO/Al2O3 pada suhu 237.85 °C dan tekanan 68 atm. Bahan baku
syngas yang terdiri dari campuran karbon monoksida CO sebesar 52.627,54
kg/jam, hidrogen H2 sebesar 18.745,65 kg/jam, dan karbon dioksida CO2
sebesar 24.777,78 kg/jam serta menghasilkan produk CH3OH sebesar
75.293,38 kg/jam serta produk samping berupa H2O sebesar 9.553,71 kg/jam.
Pabrik beroperasi selama 330 hari per tahun dan 24 jam per hari. Kebutuhan
utilitas mencakup air sebesar 24.333,90 kg/jam, steam sebesar 19.466,68
kg/jam, listrik sebesar 722,15 kW, dan solar sebesar 1189,30 kg/jam.
Berdasarkan hasil evaluasi menggunakan parameter kelayakan ekonomi,
pendirian pabrik metanol menunjukkan hasil yang positif, dengan tingkat
pengembalian investasi (ROI) sebesar 24,84% sebelum pajak dan 16,15%
setelah pajak. Periode pengembalian modal Pay Out Time (POT) tercatat
selama 2,87 tahun sebelum pajak dan 3,82 tahun setelah pajak. Nilai Break
Even Point (BEP) tercapai pada 46,97%, sedangkan Shut Down Point (SDP)
berada pada 18,93%, dan tingkat pengembalian internal terdiskonto (DCFRR)
sebesar 34,12%. Berdasarkan parameter-parameter pabrik metanol ini dinilai
layak secara teknis maupun ekonomis. Selain itu, peluang pasar metanol yang
terus meningkat di tingkat nasional maupun global serta upaya mengurangi
ketergantungan terhadap impor menjadi dasar kuat bahwa pembangunan
pabrik ini mampu menjawab kebutuhan konsumsi metanol dalam negeri
secara mandiri.
Collections
- Chemical Engineering [1336]
