| dc.description.abstract | Kemiskinan masih menjadi permasalahan kompleks di Indonesia,
termasuk di Kabupaten Sleman yang pada tahun 2024 tercatat memiliki 97,94 ribu
penduduk miskin. Salah satu instrumen yang diyakini mampu berperan dalam
pengentasan kemiskinan adalah zakat, karena selain sebagai kewajiban ibadah,
zakat juga memiliki fungsi sosial dalam mendistribusikan kekayaan secara adil.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kaji dampak zakat yang diberikan
melalui program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) terhadap kondisi sosial dan
ekonomi mustahik di kabupaten sleman. Dengan fokus pada bagaimana bantuan
zakat dapat mengubah kondisi rumah yang tidak layak huni, penelitian ini
mengukur sejauh mana perbaikan fisik rumah dapat berkontribusi pada
peningkatan kualitas hidup penerima manfaat. Penelitian ini menggunakan metode
penelitian kuantitatif deskriptif dengan menggunakan model CIBEST. Hasil
penelitian menunjukkan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang
dikelola oleh BAZNAS Kabupaten Sleman memberikan dampak positif terhadap
kesejahteraan mustahik. Hal ini terlihat dari meningkatnya pendapatan per kapita.
Rata-rata skor spiritual mustahik meningkat dari 3,78 menjadi 4,14, yang
mencerminkan perbaikan dalam kualitas ibadah dan kehidupan religious.
Berdasarkan pengelompokan menggunakan metode CIBEST, Sejahtera (Kuadran
I) mengalami peningkatan dari yang sebelum mendapat bantuan 5% menjadi 25%.
Kemudian untuk Miskin Material (Kuadran II) sebelum mendapat bantuan sebesar
85%, kemudian setelah mendapat bantuan mengalami penurunan menjadi 75%.
Dengan demikian, adanya perubahan tersebut dapat menunjukkan adanya dampak
positif dari distribusi zakat terhadap pemenuhan kebutuhan mustahik. | en_US |