Strategi Yang Mendorong Kerja Sama Institusional Antara Korea Selatan dan Asean di Era Presiden Moon Jae-in
Abstract
Penelitian ini menganalisis strategi diplomasi Korea Selatan sebagai middle power
dalam membangun kerja sama institusional dengan ASEAN pada era Presiden
Moon Jae-in (2017–2022) melalui kebijakan New Southern Policy (NSP) dan
pengembangannya, New Southern Policy Plus (NSP Plus). Upaya ini
dilatarbelakangi kebutuhan Korea Selatan untuk mengurangi ketergantungan pada
empat kekuatan besar tradisional (Amerika Serikat, Tiongkok, Jepang, dan Rusia)
serta memperluas jangkauan diplomasi ke Asia Tenggara yang memiliki nilai
strategis dan ekonomi tinggi. Dengan menggunakan kerangka middle power
activism, penelitian ini menekankan tiga dimensi kapasitas, kreativitas, dan
kredibilitas sebagai landasan analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Korea
Selatan mampu mengoptimalkan peran institusi resmi, merancang inisiatif
diplomasi inovatif sesuai kebutuhan kawasan, dan membangun kepercayaan mitra
melalui konsistensi kebijakan serta pemanfaatan soft power. Secara keseluruhan,
kerja sama ini dipahami bukan sekadar kepentingan pragmatis jangka pendek,
melainkan strategi jangka panjang untuk memperkuat legitimasi, pengaruh, dan
posisi Korea Selatan sebagai aktor menengah di Asia Tenggara.
Collections
- International Relations [914]
