Show simple item record

dc.contributor.authorKhairianti, Arini
dc.date.accessioned2025-11-17T03:01:05Z
dc.date.available2025-11-17T03:01:05Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/58775
dc.description.abstractKabupaten Kebumen memiliki potensi besar dalam pengembangan sektor pariwisata dan konservasi, khususnya melalui pemanfaatan ekosistem hutan mangrove di kawasan Logending, Kecamatan Ayah. Meskipun hutan mangrove ini telah dikenal sebagai destinasi wisata, pemanfaatannya masih belum optimal baik dari sisi fasilitas edukasi, konservasi, maupun ekonomi masyarakat sekitar. Di sisi lain, keberadaan Geopark Kebumen yang telah diakui UNESCO memberikan peluang besar untuk mengembangkan kawasan ini secara berkelanjutan. Namun, degradasi lingkungan akibat aktivitas manusia dan kurangnya kesadaran akan pentingnya konservasi mangrove menjadi permasalahan mendasar. Oleh karena itu, diperlukan perancangan bangunan konservasi dan wisata edukasi mangrove dengan pendekatan kontekstual yang mempertimbangkan aspek ekologis, budaya lokal, dan kondisi fisik tapak. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan bangunan konservasi yang harmoni antara lingkungan pesisir, serta meningkatkan kesadaran masyarakat dan wisatawan akan pentingnya pelestarian ekosistem mangrove. Pemecahan persoalan perancangan ini dikaitkan dengan pendekatan kontekstual yang dikaji dan dikaitkan dengan tipologi dan lokasi, sehingga didapatkan strategi tata ruang yang mengikuti bangunan tradisional Jawa, massa bangunan yang yang mengikuti zona konservasi, menggunakan bukaan penghawaan dan pencahayaan alami, menggunakan material lokal yang ramah lingkungan, mengatur sirkulasi pengguna dengan sifat ruang, terdapatnya penggunaan struktur panggung, dan mendesain lansekap sebagai elemen pendukung kinerja bangunan. Hasil yang didapatkan dalam perancangan berupa keberhasilan pengujian desain, seperti struktur kuda-kuda kayu jati yang memiliki gaya desak-tarik yang kecil berdasarkan STRIAN, penghawaan alami yang masuk ke bangunan sebanyak 0,8m/s-0,4m/s, didapatkannya kenyamanan dari simulasi CBE, pencahayaan alami yang memiliki keberhasilan 80% dari simulasi Velux, dan keberhasilan penerapan kontekstual dari bentuk dan tata ruang bangunan. Dari pengujian tersebut didapatkan kesimpulan perancangan bangunan konservasi mangrove dan wisata edukasi telah berhasil menerapkan pendekatan kontekstual dan pengujian terhadap kenyamanan cahaya, penghawaan, dan thermal.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectKonservasi Mangroveen_US
dc.subjectKontekstualen_US
dc.subjectWisata Edukasien_US
dc.titlePerancangan Bangunan Konservasi Mangrove dan Pusat Wisata Edukasi (Edu-tourism) Mangrove dengan Pendekatan Kontekstual di Kawasan Konservasi Hutan Mangrove Logending Kabupaten Kebumenen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21512075


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record