| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis kebutuhan pengembangan media
pembelajaran kimia berbasis Augmented Reality (AR) pada guru dan peserta didik.
enis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan metode survei. Penelitian
deskriptif dengan metode survei digunakan untuk memperoleh informasi dari guru
dan peserta didik mengenai kebutuhan serta permasalahan dalam pembelajaran
kimia. Instrumen penelitian berupa kuesioner divalidasi isi oleh dua validator
dengan nilai Content Validity (CV) 0,84 untuk guru dan 0,91 untuk peserta didik,
sehingga dinyatakan layak digunakan. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang
divalidasi isi oleh dua validator dengan nilai Content Validity (CV) 0,84 dan 0,91
sehingga layak digunakan. Subjek penelitian terdiri dari lima guru kimia dari
SMAN 2 Ngaglik, SMA UII Yogyakarta, dan MAN 3 Sleman serta 89 peserta didik
kelas X 42 peserta didik dari SMAN 2 Ngaglik dan 47 peserta didik dari SMA UII
Yogyakarta. Hasil analisis kebutuhan menunjukkan bahwa seluruh guru (100%)
menyatakan tertarik dan setuju terhadap pengembangan media pembelajaran kimia
berbasis AR, dengan dukungan fasilitas sekolah yang dinilai cukup memadai
meskipun masih perlu optimalisasi jaringan internet. Sementara itu, sebanyak
(89%) 79 peserta didik menyatakan tertarik dengan media AR dan (97%) 86 peserta
didik setuju jika dikembangkan media pembelajaran kimia berbasis AR. Concept
analysis mengungkapkan bahwa konsep kimia yang paling membutuhkan
visualisasi adalah struktur atom, ikatan kimia, dan bentuk molekul. Dengan
demikian, diperlukan pengembangan media pembelajaran kimia berbasis AR yang
user friendly, mudah diakses, interaktif, serta dilengkapi petunjuk penggunaan. | en_US |