Analisis Peran Pemerintah Terhadap Diskriminasi Perempuan di Pakistan melalui Dimensi Agency, Resources dan Achievement Pada Tahun 2015 - 2020
Abstract
Penelitian ini menganalisis bentuk diskriminasi terhadap perempuan di Pakistan
selama periode 2015–2020 melalui perspektif gender dengan menggunakan teori
pemberdayaan Naila Kabeer (2005) sebagai kerangka konseptual. Teori ini
menyoroti tiga dimensi utama pemberdayaan: resources (sumber daya), agency
(agensi), dan achievements (pencapaian). Data yang digunakan berasal dari
berbagai lembaga internasional seperti UNICEF, ILO, World Bank, UN Women,
dan Pakistan Demographic and Health Survey (2019). Penelitian difokuskan pada
tiga sektor: pendidikan, ekonomi, dan politik. Hasilnya menunjukkan bahwa
perempuan Pakistan masih mengalami hambatan struktural seperti terbatasnya
akses terhadap pendidikan, minimnya keterlibatan dalam pengambilan keputusan
ekonomi, serta representasi politik yang bersifat simbolik. Budaya patriarki,
kurangnya dukungan hukum, dan lemahnya kesadaran gender di masyarakat
menjadi faktor utama yang menghambat proses pemberdayaan. Oleh karena itu,
diperlukan strategi yang menyeluruh, seperti reformasi kebijakan pendidikan,
penguatan perlindungan tenaga kerja perempuan, dan peningkatan partisipasi
politik yang substansial. Temuan ini diharapkan dapat menjadi kontribusi akademik
dalam perumusan kebijakan publik yang lebih inklusif dan responsif terhadap
kebutuhan perempuan di negara berkembang seperti Pakistan.
Collections
- International Relations [914]
