Show simple item record

dc.contributor.authorSeptianty, Telania Ghea
dc.date.accessioned2025-11-12T05:04:40Z
dc.date.available2025-11-12T05:04:40Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/58727
dc.description.abstractBerdasarkan analisis regresi data panel menggunakan model Fixed Effect pada 35 Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah selama periode 2020–2024, disimpulkan beberapa hal penting terkait pengaruh variabel independen terhadap tingkat kemiskinan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap tingkat kemiskinan, menunjukkan bahwa kualitas sumber daya manusia (pendidikan, kesehatan, standar hidup layak) berperan penting dalam menekan angka kemiskinan1. Pengangguran juga memiliki pengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan dengan arah negatif, yang berarti peningkatan tingkat pengangguran secara statistik berkorelasi dengan peningkatan kemiskinan2. Namun, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap tingkat kemiskinan, meskipun keduanya berpotensi mengurangi kemiskinan3. Nilai koefisien determinasi (R2 sebesar 99,67%) menunjukkan bahwa model ini sangat baik dalam menjelaskan variasi tingkat kemiskinan berdasarkan variabel independen yang digunakan4. Secara keseluruhan, faktor sosial seperti IPM dan pengangguran memiliki pengaruh yang lebih kuat terhadap kemiskinan dibandingkan faktor ekonomi murni seperti PDRB dan upah minimum.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectKemiskinanen_US
dc.subjectJawa Tengahen_US
dc.subjectPDRBen_US
dc.subjectIPMen_US
dc.subjectPengangguranen_US
dc.subjectUpah Minimumen_US
dc.titleDeterminan Kemiskinan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2020 - 2024en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM18313076


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record