| dc.description.abstract | Religiusitas merupakan faktor penting yang dapat mempengaruhi perilaku prososial
individu, khususnya pada populasi mahasiswa. Penelitian ini bertujuan menganalisis
hubungan antara religiusitas dan perilaku prososial pada mahasiswa. Studi ini
menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Partisipan
penelitian adalah 150 mahasiswa aktif yang dipilih melalui teknik random sampling,
terdiri dari 99 perempuan (66%) dan 51 laki-laki (34%). Instrumen penelitian yang
digunakan adalah Centrality of Religiosity Scale (CRS-15) yang diadaptasi oleh
Chairani et al. (2023) untuk mengukur tingkat religiusitas, dan Prosocialness Scale
for Adults(PSA) yang diadaptasi oleh Sefianmi et al. (2023) untuk mengukur perilaku
prososial. Uji reliabilitas menunjukkan konsistensi internal yang baik untuk kedua
instrumen dengan nilai alpha Cronbach sebesar 0,842 untuk skala religiusitas dan
0,888 untuk skala prososial. Analisis data menggunakan korelasi product moment
Pearson menunjukkan hubungan positif yang signifikan antara religiusitas dan
perilaku prososial (r = 0,451, p < 0,001). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 88,7%
partisipan memiliki tingkat religiusitas tinggi dan 81,3% menunjukkan perilaku
prososial tinggi. Temuan ini mengindikasikan bahwa tingkat religiusitas yang tinggi
berkaitan dengan kecenderungan yang lebih besar untuk menunjukkan perilaku
prososial. Implikasi penelitian ini menunjukkan pentingnya mempertimbangkan
aspek religiusitas dalam pengembangan program pembentukan karakter di
lingkungan pendidikan tinggi. | en_US |