Show simple item record

dc.contributor.authorHakim, Nadia Fatin
dc.date.accessioned2025-11-07T07:43:55Z
dc.date.available2025-11-07T07:43:55Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/58657
dc.description.abstractKonflik bersenjata yang terjadi di Yaman memperburuk ketidaksetaraan gender, Kekerasan Berbasis Gender (KBG), dan marginalisasi perempuan. Penelitian ini menganalisis peran dan fungsi UN Women dalam memperjuangkan perempuan di Yaman melalui agenda Women, Peace, and Security (WPS) pada periode 2014- 2017. Peneliti menggunakan kerangka teori Clive Archer melalui bukunya yang berjudul International Organization tentang peran organisasi internasional sebagai aktor, serta fungsinya sebagai sosialisasi, pelaksanaan, dan penyediaan informasi. Melalui agenda WPS, UN Women membentuk Yemeni Women’s Pact for Peace and Security yang mendorong partisipasi perempuan dalam proses perdamaian, memberikan perlindungan dari kekerasan, dan memberdayakan secara ekonomi. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif melalui pengumpulan data sekunder berupa literatur, jurnal, dan laporan resmi menunjukkan bahwa UN Women berhasil mensosialisasikan norma kesetaraan gender, melaksanakan program Cash for Work dan menyediakan safe shelters meskipun banyak hal yang membatasi efektivitasnya seperti adanya tantangan patriarki budayam fragmentasi politik, dan keterbatasan dana. Namun dengan demikian, UN Women dapat melakukan kontribusi dalam membangun perdamaian inklusif bagi perempuan di Yaman.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectUN Womenen_US
dc.subjectWomen, Peace, and Security (WPS)en_US
dc.subjectkesetaraan genderen_US
dc.subjectperempuan Yamanen_US
dc.titlePeran dan Fungsi Un Women dalam memperjuangkan Perempuan di Yaman Melalui Agenda Women, Peace, and Security (WPS) Tahun 2014-2017en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM18323015


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record