Show simple item record

dc.contributor.authorAzizah, Zahra
dc.date.accessioned2025-11-07T07:38:02Z
dc.date.available2025-11-07T07:38:02Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/58655
dc.description.abstractPerkembangan remaja sebagai generasi penerus bangsa memerlukan ruang yang dapat menunjang aktivitas sosial, kreatif, dan edukatif mereka. Kota Banjarmasin sebagai ibu kota Kalimantan Selatan belum memiliki fasilitas yang secara khusus mewadahi kebutuhan remaja dalam beraktivitas yang positif dan produktif. Oleh karena itu, perancangan Youth Center di Banjarmasin diharapkan mampu menjadi wadah yang adaptif terhadap kebutuhan remaja sekaligus mencerminkan identitas lokal. Pendekatan neo vernakuler dipilih sebagai strategi desain untuk menggabungkan nilai-nilai budaya lokal Kalimantan Selatan dengan gaya arsitektur modern, sehingga tercipta ruang yang kontekstual, fungsional, fleksibel dan estetik. Metode perancangan menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi literatur, observasi lapangan, serta analisis karakteristik budaya dan iklim setempat. Hasil rancangan menekankan pada elemen-elemen arsitektur Banjar seperti atap khas arsitektur Banjar dan juga vernakular rumah lanting, pemanfaatan material lokal, dan tata ruang terbuka yang bedasarkan prinsip struktur rumah panggung Banjar sebagai elemen Neo Vernakular pada rancangan, yang dipadukan dengan teknologi dan kebutuhan ruang masa kini. Dengan pendekatan ini, Youth Center diharapkan tidak hanya menjadi tempat berkegiatan, tetapi juga sarana pembelajaran dan pelestarian budaya lokal bagi generasi muda.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectNeo Vernakularen_US
dc.subjectBanjaren_US
dc.subjectYouth Centeren_US
dc.subjectVernakularen_US
dc.titlePerancangan Youth Center dengan Pendekatan Neo Vernakuler di Banjarmasin, Kalimantan Selatanen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21512052


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record