Perancangan Youth Center dengan Pendekatan Neo Vernakuler di Banjarmasin, Kalimantan Selatan
Abstract
Perkembangan remaja sebagai generasi penerus bangsa memerlukan ruang yang dapat menunjang aktivitas
sosial, kreatif, dan edukatif mereka. Kota Banjarmasin sebagai ibu kota Kalimantan Selatan belum memiliki fasilitas yang
secara khusus mewadahi kebutuhan remaja dalam beraktivitas yang positif dan produktif. Oleh karena itu,
perancangan Youth Center di Banjarmasin diharapkan mampu menjadi wadah yang adaptif terhadap kebutuhan
remaja sekaligus mencerminkan identitas lokal. Pendekatan neo vernakuler dipilih sebagai strategi desain untuk
menggabungkan nilai-nilai budaya lokal Kalimantan Selatan dengan gaya arsitektur modern, sehingga tercipta ruang
yang kontekstual, fungsional, fleksibel dan estetik. Metode perancangan menggunakan pendekatan kualitatif dengan
studi literatur, observasi lapangan, serta analisis karakteristik budaya dan iklim setempat. Hasil rancangan menekankan
pada elemen-elemen arsitektur Banjar seperti atap khas arsitektur Banjar dan juga vernakular rumah lanting,
pemanfaatan material lokal, dan tata ruang terbuka yang bedasarkan prinsip struktur rumah panggung Banjar sebagai
elemen Neo Vernakular pada rancangan, yang dipadukan dengan teknologi dan kebutuhan ruang masa kini. Dengan
pendekatan ini, Youth Center diharapkan tidak hanya menjadi tempat berkegiatan, tetapi juga sarana pembelajaran
dan pelestarian budaya lokal bagi generasi muda.
Collections
- Architecture [4119]
