| dc.description.abstract | Perancangan proyek rental office ini berangkat dari gagasan
bahwa ruang kerja fisik tetap relevan meskipun tren hybrid work
semakin dominan. Manusia memiliki naluri sosial yang
menuntut interaksi tatap muka, sehingga kantor tidak lagi
sekadar tempat bekerja, melainkan wadah kolaborasi,
pertukaran ide, dan pembentukan jejaring profesional. Oleh
karena itu, rancangan menggeser orientasi dari sekat-sekat
individual ke dominasi ruang kolaboratif.
Selain itu, strategi diversifikasi fungsi—corporate office,
individual office, collaborative space, serta SOHO premium—
didorong oleh kebutuhan untuk menjangkau pasar yang lebih
luas sekaligus memperkuat model revenue split. Keputusan
menargetkan segmen menengah ke atas melalui produk SOHO
premium dilandasi bukti bahwa kelompok ini relatif tangguh
menghadapi krisis ekonomi (seperti pandemi), sehingga lebih
menjamin keberlangsungan bisnis.
Konektivitas langsung dengan simpul transportasi publik LRT
Dukuh Atas semakin menegaskan proyek ini sebagai destinasi
kerja dan hunian modern yang praktis serta strategis. Dukungan
inovasi struktural berupa sistem outrigger belt trusses
memungkinkan pembebasan kolom di area tertentu,
menciptakan fleksibilitas layout yang selaras dengan konsep
ruang kerja kolaboratif.
Dengan demikian, proyek ini tidak hanya menjawab tuntutan
fungsi ruang kerja masa kini, tetapi juga menggabungkan strategi
bisnis, efisiensi struktur, dan integrasi urban sebagai satu
kesatuan premis perancangan. | en_US |