Perancangan Pasar Ikan Sebagai Penguatan Identitas Budaya Maritim Banyutowo Yang Integratif dan Adaptif dengan Pendekatan Arsitektur Neo-Plastisisme
Abstract
Perancangan Pasar Ikan Banyutowo ini bertujuan menciptakan pusat ekonomi nelayan terintegrasi yang sekaligus memperkuat identitas budaya maritim melalui pendekatan arsitektur Neo-Plastisisme. Rancangan Penelitian ini menjawab tiga masalah utama: (1) ketidakterhubungan alur aktivitas laut-darat, (2) ketidaksesuaian desain reklamasi dengan ekosistem pesisir, dan (3) lemahnya ekspresi budaya lokal. Metode perancangan menerapkan prinsip fleksibilitas, efisiensi, dan kejujuran material dengan fokus pada tata ruang adaptif, sirkulasi terpadu, dan penggunaan material lokal. Hasilnya berupa desain pasar ikan yang mengintegrasikan area produksi, komersial, dan edukasi dalam satu kesatuan spasial harmonis, didukung struktur pesisir responsif dan elemen budaya maritim autentik. Kesimpulan menunjukkan bahwa pendekatan Neo-Plastisisme efektif sebagai metode kerangka berpikir dan solusi dalam merekonstruksi ulang ruang sesua fungsi awal dan sekaligus menjadi wahana pelestarian identitas kampung nelayan berkelanjutan.
Collections
- Architecture [4119]
