Show simple item record

dc.contributor.authorPraja, Mohd Alfarhan Indra
dc.date.accessioned2025-11-06T03:54:33Z
dc.date.available2025-11-06T03:54:33Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/58624
dc.description.abstractKelapa sawit adalah salah satu komoditas perkebunan yang sangat menjanjikan di Indonesia khususnya dibeberapa pulau seperti Sumatera dan Kalimantan. Iklim dan kontur tanah di Indonesia menjadi faktor penting mengapa komoditas perkebunan yang satu ini bisa berkembang dengan baik. Di provinsi Riau, kebun kelapa sawit menyerap banyak sekali tenaga kerja lokal dan membuat putaran ekonomi meningkat.Sebagai industri yang sudah berkembang di Indonesia, industri perkebunan kelapa sawit adalah salah satu industri yang dari hulu sampai hilirnya mempengaruhi ekonomi nasional. Hasil ekspor dari perkebunan kelapa sawit seperti CPO (Crude Palm Oil) menyumbangkan pendapatan negara yang besar. Sehingga, industri perkebunan kelapa sawit perlu untuk diberikan perhatian agar dapat terus memberikan kontribusi positif bagi kepentingan nasional. Dalam berjalannya sebuah perkebunan kelapa sawit, sangat dipengaruhi oleh karakteristik tanah pada lokasi perkebunan. Indonesia, memiliki berbagai jenis tanah dengan segala karakteristik yang berbeda-beda. Beberapa jenis tanah yang cocok untuk menjadi lokasi perkebunan kelapa sawit adalah tanah mineral dan tanah gambut atau rawa. Namun, kedua jenis tanah tersebut walaupun cocok untuk dijadikan perkebunan kelapa sawit menghasilkan produktivitas TBS kelapa sawit yang berbeda. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana teknik budidaya perkebunan kelapa sawit pada kedua jenis tanah dengan karakteristik tanah mineral dan tanah gambut, mengetahui bagaimana signifikan perbedaan buah yang dihasilkan dan strategi untuk memaksimalkan hasil produktivitas TBS pada kedua jenis karakteristik tanah yang digunakan sebagai lahan perkebunan kelapa sawit. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dengan menggunakan berbagai analisis data, seperti uji nilai hitung T Independent T-Test, ditemukan ada perbedaan yang signifikan pada produktivitas TBS kelapa sawit diantara kebun dengan karakteristik tanah mineral dan kebun dengan jenis karakteristik tanah gambut atau rawa. Dengan menganalisis 43 periode panen, terdapat perbedaan hasil panen TBS sebanyak 42,715 ton. Selain itu, berdasarkan penelitian ini dengan menggunakan pendekatan PDCA, dapat diketahui beberapa hal lain yang menjadi faktor rendahnya produktivitas TBS pada kebun dengan karakteristik tanah gambut atau rawa, seperti kurang baiknya pengelolaan dan pengendalian air tanah pada kebun dengan karakteristik tanah gambut. Dengan berdasarkan pendekatan PDCA ini pula, dapat diketahui bahwa untuk meningkatkan produktivitas TBS kelapa sawit, diperlukan peningkatan teknik budidaya kelapa sawit di kebun dengan lahan gambut, contohnya seperti melakukan pemupukan lebih intensif dan pembuatan parit pada perkebunan sebagai sarana pengendalian air dalam tanah.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectTBSen_US
dc.subjectProduktivitasen_US
dc.subjectJenis Tanahen_US
dc.subjectPDCAen_US
dc.subjectEkonomien_US
dc.titleDesain Inovasi Peningkatan Produksi Tbs Kelapa Sawit dengan Pendekatan PDCA pada Lahan Kelapa Sawit Tanah Mineral dan Tanah Gambuten_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM
dc.Identifier.NIM18522080


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record